Show simple item record

dc.contributor.advisorHartulistiyoso, Edy
dc.contributor.authorKhairina, Amalia
dc.date.accessioned2025-04-28T23:40:28Z
dc.date.available2025-04-28T23:40:28Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161584
dc.description.abstractSalah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti sumber energi tak terbarukan adalah bioetanol. Bahan-bahan yang mengandung gula, seperti tebu, nira kelapa, pisang, nanas, dan lainnya, dapat digunakan untuk membuat bioetanol. Namun demikian, persaingan untuk mendapatkan asupan makanan akan tetap ada, karena bahan-bahan ini berasal dari unsur makanan. Limbah kulit dan umbi dari pisang dapat digunakan sebagai salah satu sumber daya. Kandungan gula yang tinggi pada limbah kulit dan bonggol pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat bioetanol. Pada penelitian ini, pengaruh waktu fermentasi dan suhu distilasi terhadap produksi bioetanol dari campuran kulit dan bonggol pisang kepok diteliti, serta korelasi antara jumlah etanol yang dihasilkan dengan campuran kulit dan bonggol pisang kepok. Rasio bahan yang digunakan adalah 1:0,1:3,1:1,3:1,0:1. Fermentasi dilakukan selama 8 hari, 12 hari, dan 4 hari, dengan suhu 80, 85, dan 92 °C. Temuan penelitian memperlihatkan kadar etanol terbesar yaitu 31,63% dan gula sisa terkecil yaitu 2,70% dihasilkan dari rasio bahan 1:3 dengan fermentasi sewaktu 4 hari dan suhu distilasi 80 °C.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Pengaruh Waktu Fermentasi dan Suhu Distilasi Terhadap Produksi Bioetanol Kulit dan Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)id
dc.title.alternative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordbioetanolid
dc.subject.keywordfermentasiid
dc.subject.keyworddistilasiid
dc.subject.keywordbonggol pisangid
dc.subject.keywordkulit pisangid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record