Analisis Pengaruh Waktu Fermentasi dan Suhu Distilasi Terhadap Produksi Bioetanol Kulit dan Bonggol Pisang Kepok (Musa paradisiaca L.)
Abstract
Salah satu sumber energi alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti sumber
energi tak terbarukan adalah bioetanol. Bahan-bahan yang mengandung gula, seperti tebu,
nira kelapa, pisang, nanas, dan lainnya, dapat digunakan untuk membuat bioetanol.
Namun demikian, persaingan untuk mendapatkan asupan makanan akan tetap ada, karena
bahan-bahan ini berasal dari unsur makanan. Limbah kulit dan umbi dari pisang dapat
digunakan sebagai salah satu sumber daya. Kandungan gula yang tinggi pada limbah kulit
dan bonggol pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat bioetanol. Pada penelitian ini,
pengaruh waktu fermentasi dan suhu distilasi terhadap produksi bioetanol dari campuran
kulit dan bonggol pisang kepok diteliti, serta korelasi antara jumlah etanol yang
dihasilkan dengan campuran kulit dan bonggol pisang kepok. Rasio bahan yang
digunakan adalah 1:0,1:3,1:1,3:1,0:1. Fermentasi dilakukan selama 8 hari, 12 hari, dan 4
hari, dengan suhu 80, 85, dan 92 °C. Temuan penelitian memperlihatkan kadar etanol
terbesar yaitu 31,63% dan gula sisa terkecil yaitu 2,70% dihasilkan dari rasio bahan 1:3
dengan fermentasi sewaktu 4 hari dan suhu distilasi 80 °C.
