Evaluasi Pembibitan dan Reproduksi Sapi Perah Menggunakan Analytical Hierarchy Process di Kelompok Ternak Mandiri Sejahtera
Date
2025Author
Fortunata, Maura Rezky
Komala, Iyep
Dekrityana, Lucia Cyrilla Eko Nugrohowati Supriyadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kelompok Ternak Mandiri Sejahtera (KTMS) merupakan kelompok ternak sapi perah yang potensial, tetapi belum menerapkan Good Dairy Farming Practices (GDFP) secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi GDFP di KTMS, terutama pada aspek pembibitan dan reproduksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aspek pembibitan dan reproduksi dalam GDFP pada ternak sapi perah di KTMS berdasarkan faktor prioritas menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data penelitian diambil melalui observasi dan wawancara terhadap 24 peternak KTMS dan empat responden ahli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai gabungan aspek pembibitan dan reproduksi di KTMS adalah 87,78% dengan kategori sangat baik. Faktor-faktor dalam aspek tersebut memiliki urutan prioritas dari tinggi hingga rendah, berturut-turut antara lain calving interval, saat dikawinkan setelah beranak, umur beranak pertama, pengetahuan birahi, cara kawin, cara seleksi, dan bangsa sapi yang dipelihara. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan evaluasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas aspek pembibitan dan reproduksi sapi perah di KTMS. Kelompok Ternak Mandiri Sejahtera (KTMS) is a potential dairy cattle group, but has not yet implemented Good Dairy Farming Practices (GDFP) optimally. Therefore, it is necessary to evaluate GDFP in KTMS, specifically in breeding and reproduction aspects. This research aims to evaluate the breeding and reproduction aspects of GDFP in dairy cattle in KTMS based on priority factors using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. Data were collected through observations and interviews with 24 KTMS farmers and four expert respondents. The results showed that the combined score for breeding and reproduction aspects at KTMS was 87.78% with a very good category. The factors in this aspect have a priority order from high to low consecutively, including calving interval, mating after first calving, knowledge of estrus, age of first calving, conception method, selection method, and the breed of cattle. The results of this study can be used as an evaluation reference to improve the efficiency and effectiveness of dairy cattle breeding and reproduction aspects at KTMS.