Strategi Pengembangan Wisata Hybrid Pasca COVID-19 di Taman Safari Indonesia Bogor
Date
2025Author
Hasibuan, Ratna Sari
Soekmadi, Rinekso
Purnomo, Heri
Mulyono, Nur Budi
Metadata
Show full item recordAbstract
Pandemi COVID-19 tahun 2020 yang sifatnya masif dan sangat menular mengakibatkan semua aktifitas yang melibatkan interaksi yang tinggi antar manusia termasuk wisata tidak dapat dilanjutkan seperti yang telah dilakukan sebelumnya. Salah satu destinasi wisata yang terdampak pandemi COVID-19 adalah Taman Safari Indonesia (TSI) di Bogor. Pada tahun 2020 jumlah pengunjung menurun sebesar 53 % dimana TSI sangat membutuhkanpendapatan dalam memenuhi untuk pembelian pakan dan perawatan satwa. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam dunia pariwisata, salah satunya adalah penerapan wisata hybrid. Tujuan penelitian adalah menganalisis potensi wisata dilihat dari potensi penawaran (supply) dan potensi permintaan (demand), membangun visual support system wisata hybrid, menganalisis kelayakan AR/VR dan menganalisis daya dukung TSI, menganalisis status keberlanjutan pengembangan wisata hybrid, dan merumuskan strategi pengembangan wisata hybrid. Metode yang digunakan adalah SEM-PLS (untuk menganalisis kepuasan dan loyalitas wisatawan), IPCC 2006 (untuk menganalisis emisi dari kendaraan wisatawan), software Unity (aplikasi untuk membuat atraksi AR/VR), menganalisis daya dukung, Multi Aspect Sustainability Analisys (MSA) untuk mengetahui keberlanjutan TSI dan Interpretative Structural Modelling (ISM) untuk mengetahui aktor utama dan strategi pada pengembangan wisata hybrid di TSI. Responden belum memiliki pengalaman dengan teknologi AR sebanyak 75%, dan VR 65%. Atraksi berbasis AR/VR dinilai sangat layak untuk diterapkan dengan nilai kelayakan sebesar 89,17. Wisata Hybrid mendukung wisata rendah carbon dengan adanya wisatawan potensial akan melakukan atraksi wisata VR yang dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja. Hal ini sesuai dengan SDGs 13 yaitu yaitu Climate Action. TSI sebagai aktor kunci perlu memainkan peran dalam penyelesaian masalah dengan mengurangi polusi, berinvestasi dalam pengembangan wisata hybrid dan layanan agar lebih ramah lingkungan. Ada 7 strategi pengembangan wisata hybrid. yaitu terwujudnya kebijakan mengenai wisata hybrid, menyediakan dana untuk pengembangan wisata hybrid, meningkatkan pengembangbiakan satwa, meningkatkan pemahaman mengenai wisata hybrid, menyediakan fasilitas wisata hybrid, menyediakan fasilitas tanggap darurat dan meningkatkan daya saing wisata.