Pemantauan Mikroklimat Berbasis NB-IoT dan Produktivitas Sapi Perah di Kelompok Ternak Mandiri Sejahtera Cijeruk
Abstract
Permintaan susu yang meningkat di Indonesia menjadi tantangan karena produksi domestik hanya memenuhi 20% kebutuhan nasional. Kondisi mikroklimat kandang yang kurang optimal memengaruhi produktivitas sapi perah Friesian Holstein (FH). Penelitian ini mengkaji pengaruh mikroklimat terhadap produktivitas 12 ekor sapi FH laktasi di Kelompok Ternak Mandiri Sejahtera, Cijeruk, Bogor, dengan menggunakan perangkat D-Ruminansia untuk memantau suhu, kelembapan, kecepatan angin, dan Temperature Humidity Index (THI). Analisis deskriptif dilakukan untuk menilai hubungan antara variabel mikroklimat dan produktivitas susu, meliputi rata-rata, rentang, dan tren data. Hasil penelitian menunjukkan suhu kandang rata-rata 24,68 °C, kelembapan 77,40%, THI 73,77, dan kecepatan angin 0,41 m s-1 . Produktivitas susu berkisar 9,30–27,60 liter ekor-1 hari-1 , dipengaruhi oleh mikroklimat dan fase laktasi. Peningkatan suhu dan kelembapan menyebabkan stres panas yang menurunkan produksi susu. Teknologi NB-IoT pada perangkat D-Ruminansia memungkinkan pemantauan mikroklimat secara real-time untuk mengoptimalkan kondisi kandang, meningkatkan produktivitas, dan mendukung keberlanjutan peternakan rakyat di wilayah tropis.