Indikator Panjang Hiu sebagai Dasar Pengelolaan Perikanan Tangkap Berkelanjutan di Tanjung Luar Lombok Timur
Date
2025Author
Athariq, Aditya Abraar
Wahyuningrum, Prihatin Ika
Wiryawan, Budy
Metadata
Show full item recordAbstract
Nelayan Tanjung Luar mengeluhkan hasil tangkapan hiu yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan ukuran panjang. Pembaruan informasi terkait kondisi stok perikanan hiu perlu dilakukan untuk membuktikan hal tersebut, pembaruan juga diperlukan karena Pemerintah Provinsi NTB dan WCS mempublikasikan data olahan hiu terakhir kali pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi umum perikanan hiu, mengklasifikasikan hasil tangkapan berdasarkan status konservasi, menganalisis indikator panjang, dan merekomendasikan pengelolaan hiu di Tanjung Luar. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan length-based assessment. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari pengukuran serta wawancara, dan data sekunder yang diperoleh dari pihak FIP2B. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan periode 2021-2023 terdiri dari 51 spesies. Seluruh spesies tercantum dalam IUCN dan 30 spesies tercantum dalam Appendiks II CITES. Pendaratan didominasi spesies Carcharhinus falciformis, Galeocerdo cuvier, Sphyrna lewini, Prionace glauca, dan Carcharhinus brevipinna. Spesies yang mendominasi kecuali Prionace glauca berisiko mengalami growth dan recruitment overfishing. Nilai SPR Carcharhinus falciformis sebesar 0,2 yang mengindikasikan populasi tersebut terus berkurang. Evaluasi pengelolaan perlu dilakukan untuk menjaga keberlanjutan hiu. Tanjung Luar fishers complained that shark catches have decreased in length in recent years. Updating information related to the condition of shark fisheries stocks needs to be done to prove this, updates are also required because the NTB Provincial Government and WCS published processed shark data last time in 2021. This study aims to describe the general condition of shark fisheries, classify catches based on conservation status, analyze length indicators, and recommend shark management in Tanjung Luar. This study uses descriptive analysis and length-based assessment. The data used are primary data obtained from measurements and interviews, and secondary data obtained from FIP2B. The study results show that the catch for the 2021-2023 period consists of 51 species. All species are listed in the IUCN and 30 in the CITES Appendiks II. Carcharhinus falciformis, Galeocerdo cuvier, Sphyrna lewini, Prionace glauca, and Carcharhinus brevipinna dominate the landings. Species that dominate, except Prionace glauca, are at risk of overfishing and recruitment. The SPR value of Carcharhinus falciformis is 0.2, which indicates that the population continues to decrease. Management evaluation is needed to ensure the sustainability of sharks.