Efisiensi Rantai Pasok dan Penilaian Sustainable Supply Chain Management (SSCM) Kepiting Bakau di Pulau Bangka
Date
2025Author
Abdurrahman, Muhammad Rizki
Novindra
Sapanli, Kastana
Metadata
Show full item recordAbstract
Potensi kepiting bakau (Scylla serrata) di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung semakin terancam karena konversi lahan mangrove. Ancaman itu sangat beresiko terhadap permintaan kepiting bakau yang tinggi saat ini, sehingga manajemen rantai pasok yang efisien dan keberlanjutan dibutuhkan untuk menghadapi ancaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan efisiensi rantai pasok serta melakukan penilaian Sustainable Supply Chain Management (SSCM) kepiting bakau di Pulau Bangka. Metode penelitian ini akan di bagi menjadi dua, yaitu secara kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif yang digunakan adalah analisis deskriptif untuk memetakan struktur rantai pasok. Adapun metode kuantitatif yang digunakan adalah analisis marjin pemasaran, analisis farmer’s share, analisis R/C ratio, analisis value added dengan metode Hayami, dan metode Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) dengan software Exsimpro. Hasil penelitian ini mencatat bahwa terdapat 4 rantai dalam pemasaran kepiting bakau. Rantai 1 adalah yang paling efisien dengan marjin pemasaran 11,03% dan farmer’ share sebesar 88,97%, sedangkan rantai yang efisien secara R/C ratio adalah rantai 2 dengan nilai sebesar 28,57. Adapun value added yang dihasilkan yaitu grade A dan C lebih menguntungkan dijual oleh pengepul sedangkan grade B oleh pengecer. Di samping itu, nilai keberlanjutan agregat dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan adalah 43,73 yang tergolong low sustainable. The potential of mangrove crabs (Scylla serrata) on Bangka Island, Bangka Belitung Islands Province is increasingly threatened due to the conversion of mangrove land. The threat is very risky to the current high demand for mangrove crabs, so efficient and sustainable supply chain management is needed to deal with these threats. This study aims to analyze the structure and efficiency of the supply chain and conduct a Sustainable Supply Chain Management (SSCM) assessment of mangrove crabs on Bangka Island. This research method will be divided into two, namely qualitative and quantitative. The qualitative method used is descriptive analysis to map the structure of the supply chain. The quantitative methods used are marketing marjin analysis, farmer’s share analysis, R/C ratio analysis, value added analysis with the Hayami method, and Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) with Exsimpro software. The results of this study noted that there are 4 chains in the marketing of mangrove crabs. Chain 1 is the most efficient with a marketing margin of 11.03% and a farmer’s share of 88.97%, while the chain that is efficient in terms of R/C ratio is chain 2 with a value of 28.57. The value added produced, namely grades A and C, is more profitable to be sold by collectors while grade B is sold by retailers. In addition, the aggregate sustainability value from economic, social, and environmental aspects is 43.73, which is classified as low sustainable.