Hubungan Tingkat Stres Psikososial, Asupan Zat Gizi, Status Gizi dengan Gangguan Mental Emosional pada Siswa SMAN 1 Haurgeulis
Abstract
Penelitian ini menganalisis hubungan tingkat stres psikososial, asupan zat
gizi, dan status gizi dengan gangguan mental emosional pada 75 siswa SMAN 1
Haurgeulis dalam studi cross-sectional yang dilaksanakan pada juni–agustus
2023. Sebagian besar subjek mengalami stres psikososial berat (69,3%). Status
mental emosional normal ditemukan pada komponen prososial (100%), emosional
(54,7%), perilaku (60%), hiperaktivitas (77,3%), dan hubungan dengan teman
(45,3%). Sebagian besar subjek mengalami defisit ringan dalam kecukupan energi
(32,0%), kecukupan protein dan karbohidrat tergolong cukup (38,7% dan 42,7%),
serta kecukupan lemak mengalami defisit berat (56,0%). Analisis menunjukkan
hubungan signifikan antara jenis kelamin dengan gangguan emosional (p<0,05),
serta hubungan antara kecukupan energi dengan hiperaktivitas dan lemak dengan
prososial (p<0,05). Asupan energi dan protein berhubungan dengan hiperaktivitas,
lemak dengan prososial, serta karbohidrat dengan perilaku dan hiperaktivitas
(p<0,05). Tidak ditemukan hubungan antara karakteristik keluarga, stres
psikososial, dan status gizi dengan gangguan mental emosional (p>0,05). This study analyzed the relationship between psychosocial stress levels,
nutrient intake, and nutritional status with emotional mental disorders in 75
students of SMAN 1 Haurgeulis in a cross-sectional study conducted in June
August 2023. Most subjects experienced severe psychosocial stress (69.3%).
Normal emotional mental status was found in the prosocial (100%), emotional
(54.7%), behavioral (60%), hyperactivity (77.3%), and peer relationships (45.3%)
components. Most subjects experienced mild deficits in energy adequacy (32.0%),
protein and carbohydrate adequacy were classified as sufficient (38.7% and
42.7%), and fat adequacy experienced severe deficits (56.0%). The analysis
showed a significant relationship between gender and emotional disorders
(p<0.05), as well as the relationship between energy adequacy and hyperactivity
and fat with prosocial (p<0.05). Energy and protein intake were related to
hyperactivity, fat with prosocial, and carbohydrates with behavior and
hyperactivity (p<0.05). No relationship was found between family characteristics,
psychosocial stress, and nutritional status with emotional mental disorders
(p<0.05).
Collections
- UT - Nutrition Science [3025]