Implementasi E-Log Book Penangkapan Ikan dalam Mengevaluasi Kesesuaian Daerah Penangkapan Ikan Cakalang di Perairan Selatan Jawa
Abstract
Ketidakakuratan informasi daerah penangkapan ikan mengakibatkan
rendahnya efektivitas dan efisiensi operasi penangkapan ikan yang dilakukan oleh
nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran kategori daerah
penangkapan ikan cakalang di Perairan Selatan Jawa. Penelitian ini menggunakan
analisis spasial-temporal untuk memetakan daerah penangkapan ikan dengan
bantuan software pemetaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran SPL
pada musim barat dan musim peralihan I cenderung lebih hangat dibandingkan
dengan sebaran suhu pada musim timur dan musim peralihan II dengan SPL
berkisar antara 27,50
oC-31,50oC. Pola sebaran klorofil-a pada musim barat dan
musim peralihan I cenderung lebih homogen dibandingkan dengan musim timur
dan musim peralihan II dengan rentang klorofil-a dominan sekitar 0,05 mg/m3
-
0,15 mg/m3
. Intensitas penangkapan ikan cakalang tertinggi terjadi pada musim
peralihan I di Z3, sedangkan yang terendah terjadi pada musim barat di Z1.
Jumlah daerah potensial penangkapan ikan cakalang paling banyak terbentuk pada
saat musim peralihan I sebanyak tiga daerah, sedangkan paling sedikit terbentuk
pada saat musim peralihan II hanya ada satu daerah. Inaccuracy of fishing grounds information results in low effectiveness and
efficiency of fishing operations conducted by fishermen. This study aims to map
the distribution of skipjack tuna fishing ground categories in the southern waters
of Java. A spatio-temporal analysis was used to map the fishing grounds with the
assistance of mapping software. The study results indicate that sea surface
temperature distribution during the west monsoon and transition season I tends to
be warmer than during the east monsoon and transition season II, with SPL
ranging between 27.50°C-31.50°C. The chlorophyll-a distribution pattern during
the west monsoon and transition season I is relatively more homogeneous than in
the east monsoon and transition season II with a dominant chlorophyll-a range of
approximately 0.05 mg/m³-0.15 mg/m³. The highest intensity of skipjack tuna
fishing occurred during transition season I in zone Z3, while the lowest occurred
during the west monsoon in zone Z1. The highest number of potential skipjack
tuna fishing grounds was found during transition season I, with three areas,
whereas the fewest were observed during transition season II, with only one area.