Penerapan Konsep Pfand sebagai Instrumen Pengendalian Sampah di Gunung Gede Jawa Barat
Abstract
Gunung Gede merupakan salah satu gunung api aktif di Jawa Barat dengan jumlah pendaki terbanyak di Indonesia karena letak geografis yang dekat dengan kota-kota besar, seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung. Tingginya angka pendakian tidak diimbangi dengan regulasi yang memadai, terutama untuk pengelolaan sampah. Sampah yang berada di Gunung Gede akan menjadi masalah besar apabila tidak segera ditangani. Maka dari itu, perlu adanya respon dari pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) terkait permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengestimasi jumlah timbulan sampah yang dihasilkan di kawasan wisata alam Gunung Gede; (2) menganalisis persepsi wisatawan terkait pengelolaan sampah saat ini di kawasan wisata alam Gunung Gede; (3) mengestimasi willingness to pay wisatawan terkait pelaksanaan pengelolaan sampah dengan konsep Pfand berbasis deposit refund berbasis wisatawan di kawasan wisata alam Gunung Gede; (4) memberikan rekomendasi strategi pengurangan timbulan sampah dengan konsep Pfand. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif, skala Likert, SNI 19- 3964-1994, Contingent Valuation Method (CVM) melalui pendugaan willingness to pay, Interpretive Structural Modeling (ISM) menggunakan software Exsimpro. Hasil dari penelitian ini mencatat bahwa bahwa persepsi wisatawan menyatakan sangat setuju terhadap 2 kategori, yaitu adanya timbulan sampah di Gunung Gede dan penerapan konsep Pfand di pendakian Gunung Gede. Mount Gede is one of the active volcanoes in West Java and has the highest number of climbers in Indonesia. This is due to its geographical location near major cities such as Jakarta, Bogor, and Bandung. However, the high number of visitors is not accompanied by adequate regulations. Waste accumulation in Mount Gede will become a significant issue if not addressed promptly. Therefore, it is crucial for the Center for the Gunung Gede Pangrango National Park (BBTNGGP) to respond to this problem. This study aims to: (1) estimate the amount of waste generated in the Gunung Gede natural tourism area; (2) analyze tourists' perceptions regarding current waste management in the area; (3) Estimate tourists' willingness to pay (WTP) for the implementation of a Pfand-based deposit refund waste management system in the Gunung Gede natural tourism area; (4) Provide strategic recommendations for waste reduction using the Pfand concept. The research methods used in this study include descriptive analysis, the Likert scale, SNI 19- 3964-1994, Contingent Valuation Method (CVM), willingness to pay (WTP) analysis, Interpretive Structural Modeling (ISM), and Exsimpro software. The results of this study indicate that tourists' perceptions strongly agree with two categories: the presence of waste in Mount Gede and the implementation of the Pfand concept in Mount Gede hiking.