Minat Beli Ulang Keripik Buah Kering Khas Kota Batu Jawa Timur
Abstract
Industri makanan dan minuman Indonesia berkembang menjadi fokus utama
kebijakan promosi pemerintah karena memberikan kontribusi yang signifikan
terhadap perekonomian negara. Pergeseran ini semakin terlihat jelas saat pandemi
Covid-19, dimana banyak orang mulai fokus pada kesehatan dan daya tahan tubuh.
Hal ini mendorong produsen untuk berinovasi dan membuat produk yang
memenuhi permintaan pasar. Di sisi lain, produsen tidak dapat beradaptasi dengan
tren ini berisiko kehilangan pangsa pasar.
Tujuan penelitian untuk melihat bagimana pengaruh sikap terhadap perilaku,
norma subjektif, dan persepsi kontrol, serta faktor lain yang memengaruhi minat
beli ulang konsumen terhadap keripik buah kering khas Kota Batu dengan
menerapkan tambahan pada Theory of Planned Behavior (TPB). Data primer untuk
penelitian ini diperoleh melalui kuesioner online. Sampling purposive digunakan
untuk pengambilan sampel. Responden harus minimal berusia 17 tahun dan telah
membeli keripik buah kering khas Kota Batu setidaknya dua kali. Setelah
melakukan screening terhadap 183 orang, responden yang berhasil diidentifikasi.
Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan Partial Least Square (PLS) untuk
menganalisis data. Aplikasi SmartPLS digunakan untuk pengolahan data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat beli ulang keripik khas Kota Batu
dapat dijelaskan oleh model Extended Theory of Planned Behavior (E-TPB). TPB
yang bertentangan berlaku untuk menerangkan perilaku pembelian ulang
berdasarkan responden pembeli keripik buah khas Kota Batu. Minat beli ulang
keripik khas Kota Batu dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh semua
variabel dalam model E-TPB yang diuji. Variabel yang memberikan pengaruh
paling kuat terhadap minat beli ulang adalah sikap terhadap perilaku dan persepsi
kontrol perilaku.
Temuan juga menemukan variabel merek dan persepsi terhadap kesehatan
mempunyai pengaruh secara langsung dan secara signifikan terhadap minat beli
ulang, sedangkan variabel lain tidak signifikan. Secara keseluruhan menandakan
Keputusan konsumen dalam membeli ulang di pengaruhi oleh faktor psikologis dan
sosial, bukan hanya oleh harga dan rasa. Terdapat temuan tambahan yang
menunjukkan bahwa memahami karakteristik pembelian lanjutan dapat membantu
produsen merancang strategi seperti segmentasi pasar dan memposisikan produk
sebagai camilan sehat yang menarik bagi generasi muda. Upaya ini akan membantu
memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen dengan lebih baik, serta
meningkatkan penjualan produk.
Collections
- MT - Economic and Management [3016]