Gen Resistansi Beta-Laktam Escherichia coli O157:H7 pada Lalat di Tempat Penjual Makanan Kampus IPB Dramaga
Date
2025Author
Aminudin, Muhammad Rizki
Lukman, Denny Widaya
Bachrum, Mirnawati
Metadata
Show full item recordAbstract
Makanan yang terkontaminasi oleh patogen berbahaya menjadi salah satu faktor terjadinya foodborne diseases. Kontaminasi makanan oleh patogen Escherichia coli O157:H7 dapat menyebabkan penyakit saluran pencernaan. Penyebaran bakteri patogen dapat diperantarai oleh lalat rumah (Musca domestica). Penelitian bertujuan untuk menganalisis keberadaan bakteri E. coli O157:H7 resistan antibiotik yang dibawa oleh lalat rumah di tempat penjual makanan kampus IPB Dramaga. Prosedur penelitian diawali dengan isolasi dan identifikasi bakteri E. coli, yang kemudian dikonfirmasi serotipe E. coli O157:H7. Isolat E. coli O157:H7 diujikan kepekaan terhadap antibiotik siprofloksasin, ampisilin, tetrasiklin, trimetoprim-sulfametoksasol, cefepim, kloramfenikol, seftazidim, sefotaksim, dan seftriakson menggunakan metode difusi cakram Kirby Bauer berdasarkan CLSI tahun 2023. Deteksi gen penyandi resistansi antibiotik beta-laktam menggunakan polymerase chain reaction (PCR). Penelitian menemukan sebanyak lima isolat E. coli (5/40; 12,5%) dan dua isolat di antaranya dikonfirmasi sebagai E. coli O157:H7. Kedua E. coli O157:H7 tersebut telah resistan terhadap ampisilin dan tetrasiklin, serta satu isolat diantaranya juga resistan terhadap trimetoprim-sulfametoksasol dan seftazidim. Resistansi multi-obat (multi-drug resistance) terdapat pada satu isolat E. coli O157:H7. Gen penyandi resistansi blaTEM terdeteksi pada kedua isolat E. coli O157:H7. Bakteri yang resistan terhadap antibiotik yang dibawa oleh lalat rumah di kantin Kampus IPB Dramaga harus diperhatikan.