Strategi Bisnis Usaha Budidaya dan Pengolahan Black Soldier Fly Maggot di Kota Pariaman, Sumatera Barat
Abstract
Food loss dan food waste (FLW) merupakan dua permasalahan yang paling menantang yang dihadapi oleh dunia saat ini karena dampak seriusnya yang mempengaruhi sektor ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi baik secara global, regional, maupun nasional. Selain menjadi ancaman, permasalahan ini juga memiliki potensi untuk menjadi peluang bagi bisnis yang menggunakan input sampah makanan dengan memanfaatkan black soldier fly maggot. Di Kota Pariaman, saat ini hanya tersisa satu pembudidaya maggot, meskipun permintaan akan produk ini cukup tinggi, yang menunjukkan adanya potensi pasar yang besar untuk pengembangan usaha budidaya dan pengolahan maggot BSF di daerah tersebut.
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak lingkungan internal dan eksternal terhadap bisnis maggot BSF di Kota Pariaman, merumuskan strategi bisnis alternatif yang berkelanjutan untuk mempercepat pertumbuhan bisnis maggot BSF di Kota Pariaman, serta menyusun model bisnis canvas baru sebagai panduan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan operasi bisnis ke depan.
Metode yang diterapkan dalam penelitian ini mencakup pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang terstruktur dalam tiga tahap perumusan strategi untuk menjawab tujuan penelitian. Tahap pertama mencakup identifikasi pandangan konsumen, elemen BMC, serta faktor internal dan eksternal yang relevan. Selanjutnya, dilakukan penentuan faktor-faktor SWOT (Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman) dari sembilan elemen Business Model Canvas, diikuti dengan analisis kekuatan dan kelemahan faktor internal menggunakan pendekatan VRIO, serta penentuan peluang dan ancaman dari faktor eksternal melalui analisis Porter's Five Forces dan PESTEL.
Tahap kedua melibatkan penilaian (ranking) terhadap 8 faktor kunci kekuatan dan 8 faktor kunci kelemahan untuk menghitung bobot dan rating faktor internal, serta penilaian terhadap 8 faktor kunci peluang dan 8 faktor kunci ancaman untuk menghitung bobot dan rating faktor eksternal, selanjutnya memasukkan faktor kunci yang telah diidentifikasi ke dalam Matriks IE bertujuan untuk menentukan posisi bisnis maggot BSF di Kota Pariaman, serta melakukan perumusan strategi untuk bisnis maggot BSF di Kota Pariaman berdasarkan posisi perusahaan dalam Matriks IE dengan menggunakan Matriks SWOT. Hasil pencocokan pada Matriks IE menunjukkan bahwa bisnis maggot BSF di Kota Pariaman berada dalam posisi tumbuh dan membangun (kuadran I pada Matriks IE), sehingga strategi yang dapat disusun meliputi strategi intensif dan integratif. Dari hasil perumusan strategi menggunakan Matriks SWOT, diperoleh 10 alternatif strategi yang dikelompokkan menjadi 4 strategi intensif dan 6 strategi integratif.
Tahap ketiga adalah penentuan strategi prioritas untuk usaha budidaya dan pengolahan black soldier fly maggot di Kota Pariaman melalui analisis QSPM yang menghasilkan strategi yang paling di prioritaskan dengan nilai TAS tertinggi sebesar 4,603 yakni, meningkatkan kemauan politik Walikota Pariaman untuk mendukung pembangunan bisnis magoot BSF yang baru. Selanjutnya, dilakukan penyusunan model bisnis canvas baru berdasarkan implementasi strategi yang berasal dari analisis matriks SWOT. Model bisnis canvas ini mengalami perbaikan dengan penambahan pada semua segmen BMC. Sebagai langkah tambahan, dilakukan penghapusan pada segmen pelanggan, mitra utama dan sumber pendapatan yang dianggap tidak relevan dengan strategi yang dihasilkan. Food loss and food waste (FLW) are two of the most challenging problems faced by the world today because of their serious impacts affecting the food security, environment, and economic sectors both globally, regionally, and nationally. In addition to being a threat, this problem also has the potential to be an opportunity for businesses that use food waste inputs by utilizing black soldier fly maggots. In Pariaman City, currently there is only one maggot cultivator left, although the demand for this product is quite high, which shows that there is a large market potential for the development of BSF maggot cultivation and processing business in the area.
The purpose of this study is to identify the factors that cause the decline in the number of BSF maggot cultivators in Pariaman City, analyze the internal and external environmental impacts on the BSF maggot business in Pariaman City, formulate sustainable alternative business strategies to accelerate the growth of BSF maggot business in Pariaman City, and develop a new canvas business model as a guide to develop and optimize business operations in the future.
The methods applied in this study include qualitative and quantitative approaches that are structured in three stages of strategy formulation to answer the research objectives. The first stage includes the identification of consumer views, BMC elements, and relevant internal and external factors. Furthermore, the SWOT factors (Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats) of the nine elements of the Business Model Canvas were determined, followed by an analysis of the strengths and weaknesses of internal factors using the VRIO approach, as well as the determination of opportunities and threats from external factors through the analysis of Porter's Five Forces and PESTEL.
The second stage involves the assessment (ranking) of 8 key factors of strength and 8 key factors of weakness to calculate the weight and rating of internal factors, as well as the assessment of 8 key factors of opportunity and 8 key factors of threat to calculate the weight and rating of external factors, then incorporating the key factors that have been identified into the IE Matrix aiming to determine the position of BSF's maggot business in Pariaman City, and formulating a strategy for BSF's maggot business in Pariaman City based on the company's position in the IE Matrix using the SWOT Matrix. The matching results in the IE Matrix show that BSF's maggot business in Pariaman City is in a growing and building position (quadrant I in the IE Matrix), so that the strategies that can be prepared include intensive and integrative strategies. From the results of the strategy formulation using the SWOT Matrix, 10 alternative strategies were obtained which were grouped into 4 intensive strategies and 6 integrative strategies.
The third stage is the determination of priority strategies for the cultivation and processing of black soldier fly maggot in Pariaman City through QSPM analysis which produces the most prioritized strategy with the highest TAS value of 4,603, namely, increase the political will of the Mayor of Pariaman to support the establishment of a new BSF maggot business. Furthermore, a new canvas business model was prepared based on the implementation of strategies derived from the SWOT matrix analysis. This canvas business model has improved with the addition of all BMC segments. As an additional step, it is carried out on customer segments, key partners and revenue sources that are considered irrelevant to the resulting strategy.
Collections
- MT - Economic and Management [3016]