Penilaian Perubahan Kondisi Lamun Intertidal terhadap Suhu dan Total Suspended Soild di Pulau Pramuka, DKI Jakarta
Date
2025Author
Doy, Johanes Twentano Varel Gibran
Hariyadi, Sigid
Kurniawan, Fery
Metadata
Show full item recordAbstract
Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem yang tersusun atas tumbuhan lamun dan memiliki peran sebagai stabilitator ekosistem. Kondisi ekosistem lamun Pulau Pramuka telah mengalami degradasi setiap tahunnya yang menyebabkan kerusakan fungsi ekosistem tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kondisi ekosistem lamun berdasarkan perubahan luas tutupan lamun dan pengaruh suhu dan total suspended solid. Analisis data yang dilakukan mencakup pengolahan data citra dan lapang, klasifikasi kondisi ekosistem lamun, dan uji regresi. Hasil penelitian pada kurun waktu 2018 hingga 2023 menunjukkan kondisi luas tutupan lamun yang mengalami tren penurunan setiap tahunnya sebesar 9,93 ha serta adanya dominansi kondisi tutupan lamun kategori buruk (<60%). Analisis pengaruh menunjukkan suhu mampu menjelaskan pengaruh terhadap perubahan kondisi ekosistem lamun lebih baik dibandingkan parameter TSS, yaitu sebesar 30,26%. Strategi pengelolaan yang perlu dilakukan adalah rehabilitasi dan pengembangan regulasi pengelolaan kawasan ekosistem lamun, dengan memerhatikan faktor yang berpengaruh terhadap kondisi ekosistem lamun Seagrass meadow ecosystems are composed of seagrass plants and play a role as ecosystem stabilizers. The condition of the seagrass ecosystem on Pramuka Island has been declining annually, leading to damage to its ecosystem functions. This research aimed to assess the condition of the seagrass ecosystem based on changes in seagrass coverage and the impact of water temperature and total suspended solids. The data analysis conducted includes satellite and field processing data, classification of seagrass ecosystem conditions, and regression tests. According to the research results from 2018 to 2023, the seagrass covering area has shown a declining trend of 9.93 ha per year, with the majority of seagrass coverage in poor condition (<60%). The influence analysis shows that temperature, at 30.26%, can explain the impact on changes in seagrass ecosystem conditions better than the TSS parameter. The management strategy that needs to be implemented is the rehabilitation and development of seagrass ecosystem management regulations, considering factor that affect seagrass ecosystem coverage