Pembuatan Bioetanol dari Rumput Pakchong (Pennisetum purpureum cv Thailand) Melalui Proses Sakarifikasi dan Fermentasi Serentak (SSF)
Abstract
Rumput pakchong memiliki kandungan selulosa yang berpotensi sangat besar untuk dijadikan solusi alternatif pembuatan bioetanol. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi rumput pakchong sebagai bahan baku bioetanol yang mengoptimalkan proses praperlakuan dengan proses sakarifikasi dan fermentasi serentak (SSF). Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi etanol tertinggi pada praperlakuan N2L160 menghasilkan etanol sebesar 7,05 g/L setelah 48 jam hidrolisis. Terjadi perubahan morfologi, peningkatan derajat kristalinitas, tipe monomer lignin, serta gugus fungsi akibat praperlakuan alkali dan LHW yang menyebabkan perubahan komponen kimia dalam rumput pakchong. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa rumput pakchong berpotensi sebagai alternatif bahan bakar non-fosil yang ramah lingkungan. Pakchong grass has cellulose content that has enormous potential to be used as an alternative solution for making bioethanol. This study aims to evaluate the potential of pakchong grass as a bioethanol raw material that optimizes the pretreatment process with the saccharification and simultaneous fermentation (SSF) method. The results showed the highest ethanol concentration in pretreatment N2L160 produced ethanol of 7.05 g/L after 48 hours of hydrolysis. There were changes in morphology, increased degree of crystallinity, lignin monomer type, and functional groups due to alkali and LHW pretreatment which caused changes in chemical components in pakchong grass. The results in this study indicate that pakchong grass has the potential as an alternative environmentally friendly non- fossil fuel.
Collections
- UT - Forestry Products [2403]