Analisis Kinerja Kelembagaan Kelompok Tani Hutan Taruna Tani Desa Karyasari Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor
Abstract
Kinerja Kelompok Tani Hutan (KTH) belum optimal dalam menjalankan tugasnya. Diantaranya KTH Taruna Tani, petani masih terkendala dalam aspek pemasaran karena belum ada pelaksanaan tugas yang jelas dari masing-masing seksi, terutama seksi pemasaran. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian kinerja KTH Taruna Tani di hutan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antar faktor terhadap kinerja KTH dan upaya peningkatan kinerja KTH Taruna Tani. Responden sampel menggunakan metode sensus terhadap 37 petani KTH dengan pengolahan data menggunakan uji analisis korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat faktor yang memiliki hubungan pengaruh terhadap arah kinerja KTH yang lebih baik, yaitu dinamika kelompok, partisipasi anggota, kepemimpinan pimpinan KTH, dan penyuluhan kehutanan. Hubungan terkuat dan paling signifikan dengan kinerja terdiri dari dinamika kelompok dengan nilai koefisien korelasi 0,650 signifikansi 0,000 < 0,05 dan peran penyuluh dengan nilai koefisien korelasi 0,615 signifikansi 0,000 < 0,05. Upaya yang dapat mendukung peningkatan kinerja KTH Taruna Tani terdiri dari penguatan kelembagaan KTH, peningkatan kemampuan anggota KTH, peningkatan jumlah kunjungan, pemantauan, dan evaluasi, serta skema kemitraan. The performance of the Forest Farmers Group (KTH) has not been optimal in carrying out its duties. Among the KTH Taruna Tani, farmers are still constrained in the marketing aspect because there is no clear task implementation from each section, especially the marketing section. Therefore, it is necessary to study the performance of KTH Taruna Tani in community forests. This study aims to identify the relationship between factors on KTH performance and efforts to improve the performance of KTH Taruna Tani. The sample respondents used the census method of 37 KTH farmers with data processing using the Spearman Rank correlation analysis test. The results showed that there were four factors that had an influence on the direction of better KTH performance, namely group dynamics, member participation, leadership of KTH leaders, and forestry extension. The strongest and most significant relationship with performance consists of group dynamics with a correlation coefficient value of 0,650 significance 0,000 <0,05 and the role of extension workers with a correlation coefficient value of 0,615 significance 0,000 <0,05. Efforts that can support the improvement of KTH Taruna Tani performance consist of strengthening KTH institutions, improving the ability of KTH members, increasing the number of visits, monitoring and evaluation, and partnership schemes.
Collections
- UT - Forest Management [3094]