Analisis Daya Saing Ekspor Briket Arang Indonesia Di Pasar Internasional Periode 2018-2022
Abstract
Permasalahan energi global mendorong transisi dari energi fosil ke energi terbarukan,
termasuk pemanfaatan briket arang yang ramah lingkungan. Indonesia, sebagai salah satu
produsen briket arang terbesar, memiliki potensi ekspor yang signifikan, dengan peluang
tersebut diperlukan strategi untuk mempertahankan daya saing briket arang Indonesia di pasar
internasional. Penelitian ini menggunakan tiga model pendekatan Revealed Comparative
Advantage (RCA) untuk menganalisis keunggulan komparatif, Indeks Spesialisasi
Perdagangan (ISP) untuk mengukur keunggulan kompetitif dan Constant Market Share
(CMS) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai ekspor produk. Nilai Indeks
Revealed Comparative Advantage (RCA) menunjukan bahwa produk briket arang Indonesia
memiliki daya saing komparatif yang sangat kuat dengan nilai 18,44-25,12. Nilai Indeks
Spesialisasi Perdagangan (ISP) memiliki nilai diantara 0,99 sampai 1,00 berada pada tahap
kematangan yang artinya Indonesia dapat dikatakan sebagai net exporter yang artinya
teknologi produksi telah diterapkan secara keseluruhan dan telah terstandarisasi dengan baik
sehingga Indonesia dapat disebut sebagai negara eksportir. Analisis Constat Market Share
(CMS) menunjukan bahwa faktor pertumbuhan standar dan distribusi pasar memiliki nilai
positif dan faktor yang paling kuat adalah faktor pertumbuhan standar. Global energy issues are driving the transition from fossil fuels to renewable energy,
including the use of environmentally friendly charcoal briquettes. Indonesia, as one of the
largest charcoal briquette producers, has significant export potential, with this opportunity a
strategy is needed to maintain the competitiveness of Indonesian charcoal briquettes in the
international market. This study uses three Revealed Comparative Advantage (RCA) approach
models to analyze comparative advantage, Trade Specialization Index (ISP) to measure
competitive advantage and Constant Market Share (CMS) to determine the factors that
influence the export value of products. The Revealed Comparative Advantage (RCA) Index
value shows that Indonesian charcoal briquette products have very strong comparative
competitiveness with a value of 18,44 -25,12. The Trade Specialization Index (ISP) value has
a value between 0,99 and 1,00 at the maturity stage, which means that Indonesia can be said
to be a net exporter, which means that production technology has been implemented as a whole
and has been well standardized so that Indonesia can be called an exporting country. Constat
Market Share (CMS) analysis shows that the standard growth factor and market distribution
have positive values and the strongest factor is the standard growth factor.
Collections
- UT - Forestry Products [2403]