Model Pengelolaan Lahan untuk Perdagangan Karbon Skala Kecil (Studi Kasus: Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi)
Date
2024Author
Kurniawan, Muhammad Dicky
Purnomo, Heri
Ilham, Qori Pebrial
Metadata
Show full item recordAbstract
Hutan memainkan peran penting untuk mengendalikan efek dari gas rumah kaca. Hutan dengan sistem agroforestri menjadi salah satu pemanfaatan lahan untuk meningkatkan penyerapan jasa karbon selain pemanfaatan hasil panen. Penelitian bertujuan menentukan sekuestrasi CO2 sebelum dan setelah perdagangan karbon, merancang model agroforestri, dan menganalisis kelayakan usaha untuk perdagangan karbon. Pengumpulan data dengan metode sampling di lahan bekas tempat pembuangan akhir (TPA) sampah, menggunakan stratified sampling dengan stratifikasi tutupan lahan. Pada agroforestri pinus dan kopi Hutan Pendidikan Gunung Walat menggunakan systematic sampling dengan stratifikasi sebaran umur tegakan. Hasil penelitian didapatkan nilai laju sekuestrasi baseline 14,59 ton CO2e/ha/tahun jika dilakukan perdagangan karbon maka meningkatkan sekuestrasi sebesar 33,30 ton CO2e/ha/tahun. Model agroforestri yang digunakan yaitu model lorong dengan pinus dan kopi sebagai tegakannya. Hasil kelayakan usaha proyek selama 20 tahun dengan luas lahan 4 ha terdapat dua komoditas yang layak diusahakan pada komoditas pemanfaatan getah pinus dan kopi kemudian pemanfaatan getah pinus, kopi, dan jasa karbon dengan nilai NPV, BCR, dan IRR secara berturut-turut yaitu NPV Rp 567.828.612; BCR 4,89; IRR 23% dan NPV Rp 659.452.446, BCR 5,52; IRR 26%. Forests play a crucial role in controlling the effects of greenhouse gases. Forests with agroforestry systems are one way to use land for increased carbon sequestration services in addition to crop yield utilization. This study aims to understand CO2 sequestration before and after carbon trading, design an agroforestry model, and analyze the business feasibility for carbon trading. Data collection was conducted using sampling methods on former landfill land, employing stratified sampling with land cover stratification. For pine and coffee agroforestry at Gunung Walat University Forest, systematic sampling was used with stratification by stand age distribution. The study found a baseline sequestration rate of 14.59 tons CO2e/ha/year, and carbon trading could increase sequestration to 33.30 tons CO2e/ha/year. The agroforestry model used was a row model with pine and coffee as the stands. The 20-year project feasibility results for a 4-hectare area showed two feasible commodities: pine resin and coffee utilization, as well as pine resin, coffee, and carbon services. The respective NPV, BCR, and IRR values were NPV Rp 567,828,612; BCR 4.89; IRR 23% and NPV Rp 659,452,446; BCR 5.52; IRR 26%.
Collections
- UT - Forest Management [3094]