Gambaran Histopatologi Pankreas Tikus Jantan yang Diberi Karsinogen DMBA dan Diobati Ekstrak Nanopartikel Thyphonium flagelliforme
Date
2024Author
Nurfahri, Nabil
Estuningsih, Sri
Priosoeryanto, Bambang Pontjo
Metadata
Show full item recordAbstract
Tumor merupakan suatu gangguan pertumbuhan yang ditandai dengan
adanya proliferasi atau perbanyakan sel yang berlebih, abnormal, dan tidak
terkontrol. Pengobatan tumor sudah banyak dikembangkan, salah satunya adalah
pengobatan herbal. Penelitian ini bertujuan menganalisa efek pengobatan tumor
menggunakan ekstrak nanopartikel Typhonium flagelliforme pada gambaran
histopatologi pankreas. Penelitian ini menggunakan 26 ekor tikus jantan yang
diinjeksi karsinogen DMBA (7,12-dimethylben[a]anthracene) secara subkutan
dengan dosis 25 µg/0,05 ml/ekor dua kali seminggu selama empat minggu. Tikus
dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu: kontrol negatif; pelarut nanopartikel
berupa etanol 0,1 ml; dan tiga kelompok perlakuan injeksi ekstrak nanopartikel
keladi tikus dengan dosis 25 µg; 50 µg; dan 100 µg secara intratumoral. Tikus
diberi perlakuan injeksi nanopartikel ekstrak keladi tikus tiga kali seminggu
selama empat minggu. Tikus dieutanasia kemudian pankreas dikoleksi dan dibuat
preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin–Eosin (HE) dan diamati
menggunakan mikroskop dengan pembesaran 20x. Variabel yang diamati adalah
jumlah sel nekrosis pada pankreas. Hasil uji Kruskall-Wallis menunjukkan tidak
ada perbedaan nyata (p > 0,05) pada jumlah sel nekrosa pankreas di kelima
kelompok perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan
patologis pankreas tikus jantan akibat pemberian DMBA secara subkutan di area
punggung berupa karyopiknosis dengan jumlah yang terbatas. Pemberian ekstrak
nanopartikel Typhonium flagelliforme tidak berpengaruh nyata pada gambaran
histopatologi pankreas tikus yang diinduksi karsinogen DMBA secara subkutan. Tumor is a growth disorder characterized by the excessive, abnormal, and
uncontrolled proliferation or multiplication of cells. Treatments for tumors have
been widely developed, one of which is herbal treatment. This study aimed to
analyze the effect of treating tumors using Typhonium flagelliforme nanoparticle
extract on pancreatic histopathological features. The study involved 26 male rats
injected subcutaneously with the carcinogen DMBA (7,12-
dimethylbenz[a]anthracene) at a dose of 25 µg/0.05 ml/rat twice a week for four
weeks. The rats were divided into 5 treatment groups: negative control; ethanol 0.1 ml; and three treatment groups with Typhonium flagelliforme nanoparticle
extract injections at doses of 25 µg, 50 µg, 100 µg intratumorally. The rats were
treated with nanoparticle extract injections three times a week for four weeks.
After euthanasia, the pancreases were collected and histopathological preparations were made using Hematoxylin-Eosin (HE) staining, observed under a microscope
at 20x magnification. The variable observed was the number of necrotic cells in
pancreas. The Kruskal-Wallis test results showed no significant difference (p >
0.05) in the number of necrotic cells in pancreas among the five treatment groups.
The results of this study indicate that histopathological changes in the pancreas of
male rats that have been induced by DMBA via subcutaneous administration in
the dorsal area include karyopyknosis. The administration of Typhonium
flagelliforme nanoparticle extract had no significant effect on the histopathology
of the pancreas in rats induced with the DMBA carcinogen