| dc.contributor.advisor | Handoko | |
| dc.contributor.advisor | Sugiarto, Yon | |
| dc.contributor.author | Qalbi, M.Rayhan | |
| dc.date.accessioned | 2024-12-11T08:39:55Z | |
| dc.date.available | 2024-12-11T08:39:55Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160137 | |
| dc.description.abstract | Variasi lokasi tanam dapat memengaruhi karakteristik fisiologis, morfologis, dan produktivitas tanaman kacang hijau akibat perbedaan faktor lingkungan seperti iklim, jenis tanah, dan ketinggian. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model simulasi pertanian tanaman kacang hijau untuk mengetahui karakteristik hasil produktivitas tanaman kacang hijau di dataran rendah dan tinggi. Penelitian dilakukan dengan
mengembangkan model simulasi tanaman tahunan yang terbagi menjadi tiga sub model, yaitu pertumbuhan, perkembangan, dan neraca air serta melakukan validasi dan kalibrasi. Terdapat perbedaan durasi fase dan nilai thermal unit pada penelitian di Cikabayan dan Citamiang hal ini dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan atau perbedaan genetik. Lokasi penelitian Cikabayan juga menunjukkan bahwa tanaman
cenderung mengalokasikan lebih banyak biomassa ke daun dan batang selama fase vegetatif, dengan peningkatan signifikan pada biomassa polong pada fase reproduktif. Sebaliknya, di Citamiang, distribusi biomassa lebih merata antara daun, batang, dan akar selama fase awal, dengan peningkatan biomassa polong yang lebih bertahap. Sementara itu memiliki total biomassa mencapai sekitar 3500 Kg/ha pada fase yang sama, sementara di wilayah Citamiang memiliki total biomassa mencapai 2000 Kg/ha pada fase akhir (fase 8). Secara keseluruhan, kedua lokasi menunjukkan bahwa model memiliki akurasi yang tinggi (di atas 95%), yang menunjukkan bahwa model tersebut dapat diandalkan untuk memprediksi produktivitas kacang hijau di berbagai kondisi lingkungan. | |
| dc.description.abstract | Variations in planting locations can influence the physiological, morphological, and productivity characteristics of mung bean plants due to differences in environmental factors such as climate, soil type, and altitude. This study aims to develop an agricultural simulation model for mung bean cultivation to evaluate productivity characteristics in lowland and highland areas. The research involved developing an annual crop simulation model divided into three sub-models: growth, development,
and water balance, along with validation and calibration processes. Differences in phase duration and thermal unit values were observed in Cikabayan and Citamiang, potentially caused by environmental conditions or genetic differences. The study found that in Cikabayan, plants tended to allocate more biomass to leaves and stems during the vegetative phase, with a significant increase in pod biomass during the
reproductive phase. Conversely, in Citamiang, biomass distribution was more balanced among leaves, stems, and roots during the early phases, with a more gradual increase in pod biomass. At the same time, Cikabayan achieved a total biomass of approximately 3500 kg/ha in the same phase, whereas Citamiang reached around 2000 kg/ha by the final phase (phase 8). Overall, both locations demonstrated that the model has high accuracy (above 95%), indicating its reliability in predicting
mung bean productivity under various environmental conditions. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Karakteristik Model Simulasi Pertanian Untuk Produktivitas Tanaman Kacang Hijau di Dataran Rendah dan Tinggi | id |
| dc.title.alternative | | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | crop simulation model | id |
| dc.subject.keyword | green beans | id |
| dc.subject.keyword | weather differences | id |