Analisis Kekuatan Produk Rekayasa I-Joist Berbahan Bambu dengan Variasi Perekat dan Kedalaman Penetrasi
Abstract
Balok struktur I-Joist merupakan jenis produk rekayasa yang terdiri dari dua komponen yaitu komponen horizontal yang disebut dengan flange (sayap) dan komponen vertikal yang disebut dengan web (badan) membentuk penampang menyerupai “I”. Pada bangunan dengan struktural kayu modern, balok I-Joist memiliki kemampuan menahan beban besar dalam bentang yang besar. Tujuan penilitian ini yaitu menganalisis sifat fisis dan mekanis produk I-Joist dengan susunan flange menggunakan Kayu Akasia dan bagian web menggunakan Bambu Siam. Variasi sampel yang digunakan antara lain variasi perekat yaitu menggunakan epoxy dan poliuretan dan variasi kedalaman penetrasi mulai dari ½ tebal flange, ¾ tebal flange, dan kedalaman setebal flange (penuh). Pengujian balok yang dilakukan yaitu kadar air dengan nilai 12% - 13% dan kerapatan sebesar 0,48 – 0,62 g.cm^(-3). Pengujian mekanis berupa lentur dan tarik dilakukan dengan menghasilkan nilai MOE dan MOR tertinggi sebesar 22361 kgf.cm^(-2) dan 132 kgf.cm^(-2) serta kekuatan tarik tertinggi sebesar 12,39 kgf.cm^(-2). Produk terbaik yang dihasilkan pada variasi ini yaitu balok I-Joist menggunakan perekat epoxy dengan kedalaman penetrasi ¾ tebal flange. I-Joist structural beam is a type of engineering product consisting of two components, namely a horizontal component called a flange and a vertical component called a web forming a cross-section resembling an "I". In buildings with modern wooden structures, I-Joist beams have the ability to withstand large loads in large spans. The purpose of this study is to analyze the physical and mechanical properties of I-Joist products with a flange arrangement using Acacia Wood and the web section using Siamese Bamboo. Variations in samples used include variations in adhesives using epoxy and polyurethane and variations in penetration depth starting from ½ flange thickness, ¾ flange thickness, and flange thickness depth (full). The beam tests carried out were water content with a value of 12% - 13% and a density of 0.48 - 0.62 g.cm^(-3). Mechanical testing in the form of flexure and tensile was carried out by producing the highest MOE and MOR values of 22361 kgf.cm^(-2) and 132 kgf.cm^(-2)and the highest tensile strength of 12.39 kgf.cm^(-2). The best product produced in this variation is the I-Joist beam using epoxy adhesive with a penetration depth of ¾ of the flange thickness.
Collections
- UT - Forestry Products [2403]