Biopelet Torefaksi Limbah Padat Kayu Putih
Abstract
Limbah padat pengolahan kayu putih dapat diubah menjadi biopellet sebagai sumber energi terbarukan. Penelitian ini mengevaluasi kualitas biopellet setelah torefaksi pada suhu dan durasi yang berbeda, mengikuti standar SNI 8675-2018. Parameter utama yang dinilai meliputi kadar air, abu, zat terbang, karbon terikat, kepadatan, dan nilai kalor. Temuan menunjukkan kadar air bervariasi dari 0,31% hingga 6,77%, zat terbang dari 61,59% hingga 71,80%, abu dari 0,27% hingga 0,53%, dan karbon terikat dari 20,91% hingga 37,82%. Kepadatan biopellet berkisar antara 0,13 g/cm³ hingga 0,23 g/cm³, dengan nilai kalor antara 4.073 kkal/kg dan 5.152 kkal/kg. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa biopelet kualitas terbaik dihasilkan dengan torefaksi biopelet limbah padat kayu putih pada suhu 300 °C selama 45 menit. Cajuput solid waste can be converted into biopellets as a renewable energy source. This research evaluates the quality of these biopellets after torrefaction at different temperatures and durations, following SNI 8675-2018 standards. Key parameters assessed include moisture, ash, volatile matter, fixed carbon, density, and heating value. Findings show moisture content varied from 0.31% to 6.77%, volatile matter from 61.59% to 71.80%, ash from 0.27% to 0.53%, and fixed carbon from 20.91% to 37.82%. Biopellet density ranged from 0.13 g/cm³ to 0.23 g/cm³, with calorific values between 4,073 kcal/kg and 5,152 kcal/kg. The study concluded that the best quality biopellet was obtained by torrefying biopellets at 300 °C for 45 minutes.
Collections
- UT - Forestry Products [2403]