Model Intensi Berperilaku Akademik Dosen Berbasis Pemasaran Internal Dan Relasional Pada Perguruan Tinggi Swasta
View/Open
Date
2020Author
Rekarti, Endi
Suharjo, Budi
Nurmalina, Rita
Djohar, Setiadi
Metadata
Show full item recordAbstract
Kontribusi Perguruan Tinggi Swasta dalam penyediaan jasa pendidikan
tinggi di Indonesia sangat mendominasi. Sebanyak 90.7 % perguruan tinggi di
Indonesia merupakan perguruan tinggi swasta (PTS) dan hanya 9.3 % yang
merupakan perguruan tinggi negeri (PTN). Kehadiran perguruan tinggi swasta ini
diharapkan dapat memperluas kesempatan bagi masyarakat yang akan
melanjutkan studi sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan
angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi yang masih di bawah negara
tetangga. Namun kenyataannya tidak semua PTS mampu menarik minat
masyarakat sehingga sebagian mengalami kekurangan mahasiswa dan akhirnya
harus ditutup atau bergabung dengan perguruan tinggi lain. Reputasi merupakan
salah satu yang diduga menjadi penyebab berkurang minat masyarakat
melanjutkan studi ke PTS. Reputasi perguruan tinggi ini dapat dibangun dengan
akreditasi, pemeringkatan dan lainnya yang juga menggambarkan pencapaian
kinerja akademik.
Dosen merupakan pelaku utama dalam perguruan tinggi dan menentukan
pencapaian kinerja akademik. Data Kemenristekdikti yang disajikan pada bab
pendahuluan disertasi ini, memperlihatkan bahwa pencapaian dosen PTS lebih
rendah dibanding dengan perguruan tinggi negeri seperti dalam hal jenjang
fungsional akademik, penelitian dan publikasi ilmiah dosen. Intensi berperilaku
dosen salah satu yang perlu menjadi kajian sebagai langkah awal untuk mencari
langkah mendorong kinerja akademik perguruan tinggi swasta. Oleh karena itu
penelitian ini berupaya mengembangkan suatu Model intensi berperilaku
akademik dosen sebagai pedoman bagi pengelolaan PTS.
Model dikembangkan dengan menggunakan pendekatan pemasaran internal
yang memandang dosen sebagai pelanggan internal bagi perguruan tinggi.
Pendekatan tersebut diintegrasikan dengan pendekatan Pemasaran relasional
sebagai konsep penting dalam pemasaran jasa yang memiliki interaksi tinggi
dengan pelanggannya. Pemasaran internal merupakan “penawaran” perguruan
tinggi terhadap terhadap para dosen agar bersedia melakukan pekerjaan akademik
di PTS tersebut. Penawaran tersebut merupakan internal marketing mix
sebagaimana dilakukan pada pemasaran eksternal. Dalam penelitian ini
penawaran tersebut merupakan variabel eksogen terdiri variabel rewards,
komunikasi internal, pengembangan staf Dosen dan lingkungan kerja. Kebijakan
terkait keempat unsur tersebut menjadi penawaran perguruan tinggi terhadap
dosen yang secara teori akan memengaruhi intensi berperilaku akademik.
Dalam konsep pemasaran relasional, semua kegiatan diarahkan untuk
membangun Pemasaran relasional yang ditandai dengan terbentuknya kepuasan,
kepercayaan dan komitmen dari dosen sebagai pelanggan internal. Ketiga unsur
pemasaran relasional tersebut dapat dibangun PTS melalui kebijakan rewards,
komunikasi internal, pengembangan staf dosen dan lingkungan kerja sehingga
peran pemasaran internal bukan saja untuk membangun intensi berperilaku
akademik tetapi juga pemasaran relasional. Ini berarti pemasaran internal memiliki peran dalam memengaruhi secara langsung intensi berperilaku akademik
atau dapat juga secara tidak langsung yaitu dengan terlebih dahulu memengaruhi
unsur-unsur pemasaran internal. Bagaimana bentuk hubungan kausalitas ini terjadi
antar variabel-variabel tersebut dalam sebuah model akan diteliti dan diuji dalam
penelitian ini.
Penelitian ini didisain dengan mengkombinasikan penelitian eksplanatory
dan penelitian deskriptif kuantitatif. Sebanyak 338 dosen PTS Indonesia disurvei
dengan menggunakan kuesioner secara online. Pemilihan sampel dilakukan
dengan metode non-probability sampling, yaitu purposive sampling. Responden
dibatasi hanya pada dosen bidang ilmu ekonomi dan bisnis yang sudah menjalani
kegiatan akademik minimal selama dua tahun berturut-turut. Metode analisis yang
akan digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis deskriptif, Structural
Equation Model (SEM) dan uji beda rerata. Analisis deskriptif digunakan untuk
melihat hasil pengumpulan data melalui kuesioner sedangkan analisis SEM
digunakan untuk mempelajari hubungan kausalitas antar variabel. Pada analisis
SEM terdapat dua kelompok pengujian yaitu pengujian model pengukuran dan
pengujian model struktural keseluruhan variabel yang digunakan. Analisis juga
dilakukan untuk melihat sebarapa besar perbedaan intensi berperilaku akademik
dosen yang berada pada PTS dengan berbagai tingkatan akreditasinya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang menggambarkan
hubungan kausalitas antara beberapa variabel bagian dari kedua pendekatan
tersebut dapat memengaruhi intensi berperilaku akademik dosen. Pengaruh setiap
variabel pemasaran internal terjadi secara langsung maupun tidak langsung.
Pengaruh tidak langsung terlihat lebih dominan karena analisis data menunjukkan
bahwa perhitungan angka pengaruh menjadi lebih besar setelah variabel
Pemasaran internal memengaruhi Pemasaran relasional untuk selanjutnya dapat
memengaruhi intensi berperilaku akademik. Komitmen menjadi variabel sentral
yang perlu menjadi perhatian pengelola PTS karena hampir semua variabel yang
diikutkan dalam analisis memiliki keterkaitan yang signifikan dengan variabel ini.
Lingkungan kerja dan komunikasi internal menjadi variabel pemasaran internal
yang penting dalam membangun intensi berperilaku akademik dosen.
Collections
- DT - Business [332]