Analisis Biaya Produksi Kitchen Furniture: Studi Kasus PT Parama Bangun Nusantara
Abstract
Industri furniture saat ini menjadi industri yang menjanjikan dikarenakan permintaan dari pasar domestik dan juga ekspor meningkat. Hingga bulan juni 2023 tercatat ekspor furniture dan kerajinan tangan sebesar USD 1,1 Milliar. Selain itu, industri ini juga banyak menyerap tenaga kerja sehingga dapat mengurangi angka pengangguran. Biaya produksi sangatlah penting bagi suatu perusahaan karena berhubungan dengan keuntungan yang ingin dicapai oleh perusahaan dan membuat proses produksi efektif dan efisien. Penelitian dilakukan di PT Parama Bangun Nusantara yang merupakan salah satu industri furniture dengan produk kabinet atas, bawah, dan box elektronik berbahan baku blockboard dan plywood tahun 2023. Analisis yang dilakukan adalah analisis biaya produksi, Break Even Point (BEP), profitabilitas dengan Return On Investmen (ROI), dan harga pokok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi untuk ketiga produk dengan bahan baku blockboard lebih besar dibandingkan dengan produk bahan baku plywood yaitu sebesar Rp 607.26 juta dan Rp 194.98 juta. Nilai BEP untuk ketiga produk dengan bahan baku blockboard dan plywood lebih kecil dibandingkan jumlah produk yang sudah diproduksi. Nilai ROI ketiga produk dengan 2 jenis bahan baku yaitu blockboard dan plywood adalah 42.01%. Untuk harga pokok nilainya lebih besar dibandingkan dengan harga jual yang sudah ditetapkan. Secara keseluruhan perusahaan mendapatkan keuntungan.
Collections
- UT - Forestry Products [2403]