Pengaruh Literasi Keuangan, Sikap Terhadap Riba, dan Persepsi Risiko terhadap Keputusan Penggunaan Paylater
Abstract
Literasi keuangan merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap individu agar dapat terhindar dari masalah keuangan dan literasi keuangan juga dapat memengaruhi persepsi masyarakat terkait risiko yang akan ditimbulkan sehingga masyarakat harus dapat
mengambil sikap yang tepat dalam menghadapi risiko, salah satunya sikap terhadap riba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, sikap terhadap riba, dan persepsi risiko terhadap keputusan penggunaan paylater. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei sebagai metode penggalian data. Populasi sampel penelitian ini warga negara Indonesia dengan rentang usia 17-43 tahun. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang disebar melalui Google Form. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensia. Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa pendapatan individu per bulan memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel sikap terhadap riba
dan perilaku penggunaan paylater. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku keuangan memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan seseorang dalam menggunakan layanan paylater, sedangkan sikap terhadap riba dan persepsi risiko memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap keputusan menggunakan layanan paylater. Financial literacy is something that must be possessed by every individual in order to avoid financial problems and financial literacy can also affect people's perceptions regarding the risks that will be caused so that people must be able to take the right attitude in facing risks, one of which is the attitude towards usury. This study aims to determine the effect of financial literacy, attitudes towards usury, and risk perception on decisions to use paylater. The research approach used is a quantitative approach with survey techniques as a method of extracting data. The sample population of this study is Indonesian citizens with an age range of 17-43 years. Data collection was carried out using a questionnaire instrument distributed via Google Form. The data obtained were analyzed using descriptive analysis and inferential analysis. Based on the research, it was found that individual income per month has a significant relationship with the variable attitude towards usury and paylater usage behavior. The results also show that financial behavior has a significant positive effect on a person's decision to use paylater services, while attitudes towards usury and risk perception have a significant negative effect on the decision to use paylater services.
