Pengaruh Keberfungsian Keluarga dan Interaksi Ibu-Anak terhadap Kesejahteraan Subjektif Keluarga dengan Anak Neurodevelopmental Disorder
Abstract
Keluarga dengan anak terdiagnosis neurodevelopmental disorder perlu
menjalankan fungsi dan interaksi keluarga dengan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan subjektifnya. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberfungsian keluarga dan interaksi ibu-anak terhadap kesejahteraan subjektif keluarga dengan anak neurodevelopmental disorder (NDD) yang memiliki kondisi intellectual disability (ID), autism spectrum disorder (ASD), dan attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD). Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan melibatkan 93 responden secara purposive sampling. Hasil uji beda menunjukkan adanya perbedaan pada karakteristik keluarga namun tidak ada perbedaan signifikan dari variabel keberfungsian keluarga, interaksi ibu-anak, maupun kesejahteraan subjektif pada ketiga kondisi. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara karakteristik keluarga dengan keberfungsian keluarga dan kesejahteraan subjektif, interaksi ibu-anak dengan dimensi fungsi ekspresif dan pemeliharaan sistem, serta keberfungsian keluarga dengan kesejahteraan subjektif. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa jumlah anggota keluarga dan keberfungsian keluarga memiliki pengaruh positif signifikan dengan kesejahteraan subjektif keluarga. Families with neurodevelopmental disorder (NDD) children need to perform family functions and interactions optimally to improve their subjective well-being. In general, this study aims to analyze the influence of family functioning and mother-child interaction on the subjective well-being of families with neurodevelopmental disorder (NDD) children who have conditions of intellectual disability (ID), autism spectrum disorder (ASD), and attentiondeficit/hyperactivity disorder (ADHD). This study used a cross-sectional study design involving 93 respondents by purposive sampling. Anova test results showed that there are differences in family characteristics but there are no significant differences in family functioning, mother-child interactions, or subjective wellbeing in the three conditions. The results of the correlation test showed a significant positive relationship between family characteristics with family functioning and subjective well-being, mother-child interaction with expressive functions and system maintenance, and family functioning with subjective well-being. The regression test results show that family size and family functioning has a significant positive effect on family subjective well-being.
