Manajemen Waktu, Konflik Kerja Keluarga, Strategi Penyeimbangan Kerja Keluarga, dan Kesejahteraan Subjektif pada Keluarga Dual Earner
Abstract
Konflik kerja keluarga tidak dapat dihindari oleh ibu dengan peran ganda. Dibutuhkan strategi efektif untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga agar dapat mencapai kesejahteraan keluarga yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik kerja keluarga, strategi penyeimbangan kerja keluarga, dan manajemen waktu terhadap kesejahteraan subjektif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Bogor Barat dengan melibatkan 120 istri dari keluarga dual earner dengan anak usia sekolah yang dipilih secara simple random sampling. Analisis penelitian menggunakan SPSS dan SmartPLS. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara usia suami, pendidikan istri-suami, pendapatan total keluarga, dan strategi penyeimbangan kerja keluarga dengan kesejahteraan subjektif. Penelitian ini menemukan bahwa konflik kerja keluarga yang tinggi akan menurunkan kesejahteraan subjektif keluarga, sedangkan semakin beragam strategi yang dilakukan akan meningkatkan kesejahteraan subjektif. Usia suami juga ditemukan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan. Manajemen waktu berpengaruh langsung terhadap strategi penyeimbangan kerja keluarga, namun tidak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan subjektif. Work-family conflict is inevitable for mothers with dual roles. It takes an effective
strategy to balance work and family in order to achieve the desired family well-being.
This study aims to analyze the influence of family work conflict, family work balancing
strategies, and time management on subjective well-being. The approach used in this
research is quantitative with a cross sectional design. The research was conducted in
West Bogor Sub-district involving 120 wives from dual earner families with schoolage children selected by simple random sampling. The research analysis used SPSS
and SmartPLS. The correlation test results showed that there was a significant positive
relationship between husband's age, wives' education, total family income, and family
work balancing strategies with subjective well-being. This study found that high family
work conflict will reduce the subjective well-being of the family, while the more
diverse strategies used will increase subjective well-being. The husband's age was also
found to have an effect on improving well-being. Time management has a direct
influence on family work balancing strategies, but no direct influence to family
subjective wellbeing.
