Keterkaitan Suhu Udara dan Kelembapan Udara Terhadap Konsentrasi Gas Rumah Kaca CO2 dan CH4
Abstract
Suhu udara dan kelembapan udara berhubungan dengan konsentrasi karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik konsentrasi karbon dioksida (CO2) dan metana (CH4), serta menentukan hubungan antara suhu udara dan kelembapan udara dengan kedua gas rumah kaca (GRK) tersebut di sekitar pengamatan stasiun kampus IPB Baranangsiang Kota Bogor. Hubungan antara konsentrasi CO2 dan CH4 dengan kelembapan udara dan suhu udara dianalisis menggunakan analisis korelasi dan regresi berdasarkan data waktu harian dan diurnal (00.00-23.00) tahun 2019-2022. GRK memiliki pola konsentrasi tinggi pada sore hari hingga dini hari, konsentrasi GRK rendah pada pagi hingga siang hari (06:00-12:00). Pola suhu udara tinggi pada pagi hingga sore hari (06:00-14:00) dan rendah pada sore hingga dini hari (16:00-05:00). Kelembapan relatif tinggi pada sore hingga dini hari (16:00-05:00) dan rendah pada pagi hingga siang hari (06:00-14:00), sedangkan pola diurnal kelembapan aktual tidak sejelas seperti kelembapan relatif, dan bervariasi setiap bulan. Hubungan suhu udara dan GRK bernilai negatif yang berarti suhu udara tinggi berhubungan dengan konsentrasi CO2 dan CH4 yang rendah, sedangkan kelembapan udara dan GRK bernilai positif berarti kelembapan udara tinggi berhubungan dengan GRK yang tinggi. Hubungan pola konsentrasi GRK dengan suhu udara dan kelembapan berhubungan dengan proses fotosintesis/respirasi, dekomposisi bahan organik, serta proses konveksi dan subsidensi di udara. Nilai R² suhu udara kurang dari 10% dan kelembapan udara kurang dari 30% menunjukkan terdapat faktor lain yang mempengaruhi GRK di Kota Bogor.
