Strategi Nafkah Rumah Tangga Petani Di Sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Kasus : Model Kampung Konservasi Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor)
Abstract
Penetapan kawasan taman nasional dalam upaya pelestarian sumberdaya hutan,
menjadi landasan dalam penerapan strategi nafkah rumahtangga petani. Penelitian ini
berguna untuk mengetahui ragam strategi nafkah yang diterapkan rumahtangga petani di
sekitar kawasan TNGHS. Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Cisangku yang
menyandang status MKK dan berlokasi di Desa Malasari, Kabupaten Bogor. Tingkat
keberagaman strategi nafkah yang diterapkan dilihat dari 3 variabel yaitu intensifikasi
dan ekstensifikasi, diversifikasi penghidupan serta migrasi. Penelitian ini menggunakan
metode mix metode dengan jenis desain sequential exploratory designs. Hasil dari olah
data dilakukan pada 30 responden rumahtangga petani disekitar kawasan lalu ditampilkan
pada tabel frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian dari penelitian ini menunjukkan
bahwa tingkat ketersediaan sumberdaya nafkah didominasi pada kategori rendah.
Pengukuran ragam strategi nafkah juga didominasi pada kategori rendah dan diversifikasi
penghidupan menjadi yang paling tertinggi dari lainnya. Penerapan strategi nafkah
menjadi alternatif dalam kemandirian ekonomi rumahtangga petani terhadap keterbatasan
akses sumberdaya. The determination of the national park area to conserve forest resources, becomes
the basis for the implementation of livelihood strategies for farmer households. This study
is useful for determining the variety of livelihood strategies implemented by farmer
households around the TNGHS area. This study was conducted in Cisangku Village which
holds MKK status and is in Malasari Village, Bogor Regency. The level of diversity of
livelihood strategies applied is seen from 3 variables, namely intensification and
extensification, livelihood diversification and migration. This study uses a mix method
with a sequential exploratory design type. The results of data processing were carried out
on 30 farmer household respondents around the area and then displayed in a frequency
table and cross tabulation. The results of this study indicate that the level of availability
of livelihood resources is dominated by the low category. Measurement of the variety of
livelihood strategies is also dominated by the low category and livelihood diversification
is the highest of the others. The application of livelihood strategies is an alternative in
the economic independence of farmer households against limited access to resources.
