Statistik Demografi dan Tanggap Fungsional Predator Menochilus sexmaculatus (Fabricius) (Coleoptera: Coccinellidae) pada Aphis craccivora Koch (Hemiptera: Aphididae)
Date
2024Author
Mayasari, Astrid
Winasa, I Wayan
Nurmansyah, Ali
fecundity
growth rate
life table
predation
survival rate
Metadata
Show full item recordAbstract
Keberhasilan Coccinellidae predator dalam menekan populasi hama dapat diketahui dari karakteristik populasinya, seperti tingkat pertumbuhan, stadia perkembangan, dan fekunditas predator tersebut. Salah satu predator jenis ini yaitu kumbang M. sexmaculatus telah diketahui sebagai serangga predator mampu mengendalikan hama kutudaun, kutu putih, dan kutu kebul pada berbagai jenis tanaman. Penelitian mengenai tingkat pertumbuhan dan potensi pemangsaan M. sexmaculatus pada berbagai instar larva dan imago belum banyak diteliti, oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan: 1) Menentukan kesintasan, tingkat pertumbuhan, laju reproduksi, dan lama hidup dari M. sexmaculatus pada mangsa A. craccivora, dan 2) Menentukan efisiensi dan keefektifan M. sexmaculatus memangsa A. craccivora. Percobaan untuk menentukan statistik demografi dilakukan menggunakan 100 telur M. sexmaculatus yang dipelihara hingga imago dan menghasilkan telur kembali. Percobaan kemampuan pemangsaan M. sexmaculatus dilakukan dengan kerapatan mangsa A. craccivora sebanyak 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 individu. Jumlah kutudaun yang telah dimangsa atau mati pada cawan petri dihitung setelah 24 jam pengujian. Nilai rata-rata dan simpangan baku dari 5 indikator populasi ditentukan dengan metode Jacknife. Peluang hidup dan keperidian dari setiap umur disajikan dalam bentuk kurva. Tipe kurva tanggap fungsional dianalisis dengan regresi logistik dan pendugaan parameternya (Th dan a) dianalisis menggunakan regresi nonlinier dengan bantuan R Studio.
M. sexmaculatus memiliki laju keberhasilan hidup yang rendah di awal perkembangan, kemudian relatif stabil pada perkembangan selanjutnya, sehingga termasuk ke dalam laju keberhasilan hidup tipe III. Predator ini mampu meletakkan telur di umur 16 hari, jumlah telur tertinggi pada umur 19 hari, dan berakhir di umur 26 hari. Indikator demografi seperti laju reproduksi bersih (R0) 35,72 ± 1,10 individu/betina/generasi, laju reproduksi kotor (GRR) 128,85 ± 3,02 individu/generasi, laju pertambahan intrinsik (r) 0,20 ± 0,002 individu/betina/hari, rataan masa generasi (T) 18,16 ± 0,04 hari, dan waktu populasi berlipat ganda (DT) 3,52 ± 0,04 hari. Larva instar III paling efisien dalam melakukan penanganan mangsa yaitu dengan waktu 0,0018 jam/individu (6,7 detik/individu) dan larva instar IV paling efektif dalam melakukan pencarian mangsa yaitu sebanyak 1,4 individu/jam. Parameter Th mengindikasikan seiring dengan meningkatnya stadia predator, waktu pemangsaannya semakin singkat.
Collections
- MT - Agriculture [3994]
