Hubungan Terpaan Media Komunikasi dengan Perilaku Pemilih Pemula untuk Menggunakan Hak Pilih pada Pemilu 2024 (Kasus: Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor)
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena golput yang masih tinggi di Indonesia dan peran media komunikasi dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara karakteristik individu (jenis kelamin, suku, dan afiliasi politik) dan terpaan media sosialisasi dengan niat pemilih pemula di Kecamatan Babakan Madang untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu 2024. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan survei dilengkapi data kualitatif dari studi lapang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin tidak berhubungan dengan niat memilih, sedangkan suku dan afiliasi politik memiliki hubungan positif yang signifikan dengan niat memilih. Terpaan media komunikasi, khususnya aspek atensi selama sosialisasi berhubungan positif dan signifikan dengan niat memilih. Terlepas dari tingginya niat memilih, tidak ditemukan adanya hubungan antara niat memilih pemula dengan perilaku memilih. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor suku, afiliasi politik dan atensi terhadap media komunikasi dalam upaya sosialisasi dan edukasi politik guna meningkatkan niat pemilih pemula untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum.
