dc.description.abstract | Produksi udang vaname (Litopenaeus vannamei) hingga saat ini masih menghadapi berbagai permasalahan seperti tingginya biaya pakan, kualitas lingkungan yang memburuk dan penyakit. Indole-3-acetic acid (IAA) merupakan senyawa turunan dari indole yang dilaporkan memiliki beberapa manfaat seperti antikanker, antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pakan dengan penambahan IAA dengan dosis berbeda setiap hari terhadap kinerja pertumbuhan dan kesehatan udang vaname. Penelitian ini menguji lima perlakuan pakan yaitu pakan kontrol tanpa penambahan IAA (IAA 0), dan empat perlakuan IAA dengan dosis berbeda, 50 mg/kg (IAA 50), 100 mg/kg (IAA 100), 150 mg/kg (IAA 150), dan 200 mg/kg (IAA 200). Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Udang fase pascalarva (PL) 21 dengan bobot awal 0,06 g dipelihara dalam stoples bervolume air 4L dan diberi pakan uji selama 30 hari masa pemeliharaan. Setelah 30 hari masa pemeliharaan, udang diuji tantang dengan bakteri Vibrio parahaemolyticus dengan metode perendaman. Hasil yang diperoleh menunjukkan pertumbuhan dan konversi pakan pada udang yang diberi pakan dengan pemberian IAA sebanyak 200 mg/kg lebih tinggi daripada kontrol yang ditunjukkan oleh nilai laju pertumbuhan spesifik dan rasio koversi pakan. Pemberian IAA juga berpengaruh positif pada ketahanan udang vaname terhadap V. parahaemolyticus yang ditandai dengan tingkat kelangsungan hidup pasca uji tantang dan pengamatan histologi hepatopankreas yang lebih baik daripada kontrol. | |