| dc.description.abstract | Marigold merupakan tanaman hias yang biasa digunakan sebagai bunga pot atau bunga potong karena warnanya yang menarik dan bentuk bunganya yang beragam. Keragaman genetik yang tinggi sangat penting untuk keberhasilan upaya pemuliaan dalam mengembangkan varietas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai keragaan dan keragaman genetik serta mengestimasi nilai duga heritabilitas arti luas tanaman mutan marigold generasi M2V1. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pasir Sarongge, Kabupaten Cianjur, pada bulan Juli hingga Oktober 2023. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan faktor tunggal genotipe yang terdiri dari 17 genotipe dan tiga ulangan. Keragaan karakter kuantitatif antar genotipe dianalisis ragam ANOVA dan uji lanjut BNJ pada taraf 5%, kemudian keragaman genetik dianalisis ragam dengan model acak menggunakan PKBT-STAT 3.1. Data karakter kualitatif dijelaskan secara deskriptif berdasarkan UPOV Marigold 2007. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter-karakter yang diamati seperti tinggi tanaman, diameter batang, lebar tajuk, lebar daun, bobot per bunga, diameter bunga, jumlah bunga per tanaman, bobot bunga per tanaman, dan panjang tangkai bunga menunjukkan perbedaan yang nyata antar genotipe yang diuji. Keragaan karakter kualitatif pada marigold yang diuji memiliki tipe kuntum bunga all ligulate dan all tubuligulate dengan warna bunga oranye, kuning, dan putih. Karakter yang memiliki keragaman genetik yang luas yaitu lebar tajuk, bobot per bunga, diameter bunga, dan panjang tangkai bunga, kemudian tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, bobot bunga per tanaman, dan jumlah bunga per tanaman memiliki keragaman genetik yang sempit. Nilai duga heritabilitas pada karakter yang diamati berkisar antara 34,52–99,21%. Semua karakter yang diamati memiliki nilai heritabilitas tinggi, kecuali panjang daun memiliki nilai duga heritabilitas yang sedang (34,52%). Korelasi antara karakter diameter bunga dan bobot per bunga sangat erat dan memiliki pengaruh langsung positif yang tinggi terhadap bobot bunga per tanaman. Karakter tersebut dapat dimanfaatkan dalam penentuan seleksi untuk perkembangan pemuliaan tanaman marigold lebih lanjut. Hasil analisis klaster menunjukkan bahwa terdapat pengelompokkan menjadi dua klaster. Klaster 1 terdiri dari genotipe Maharani, BAIP2, BAIP3, L2, L5, L7, dan L13 yang memiliki kesamaan tipe kuntum bunga all ligulate, sedangkan klaster 2 terdiri dari genotipe D6, D14, D17, D20, D21, D22, D24, D27, D31, dan 08 yang memiliki kesamaan tipe kuntum berupa all tubuligulate. | |