| dc.description.abstract | Indonesia memiliki kebutuhan kayu yang tinggi setiap tahunnya, kebutuhan
ini sebagian besar dipenuhi oleh produksi kayu hutan tanaman.Kayu hutan tanaman
digunakan untuk komponen bangunan. Kayu yang digunakan sebagai komponen
bangunan perlu diperhatikan kualitasnya, hal ini dilakukan demi keamanan dan
kenyamanan penggunanya. Parung Panjang merupakah salah satu kawasan dimana
industri perumahan mulai dikembangkan. Penelitian menganalisis penyedia dan
ketersediaan serta kualitas kayu yang berasal dari pasar komersial di Wilayah
Parung Panjang. Penelitian dilakukan menggunakan metode pemilahan visual dan
masinal. Hasil studi menunjukkan bahwa penyedia kayu di Kawasan Parung
Panjang didominasi oleh toko bangunan dengan hak kepemilikan pribadi yang
berdiri 6-10 tahun. Hasil studi menunjukkan bahwa balok (6×12) cm, papan (2×18)
cm, kaso (4×6) cm, dan reng (3×4) cm merupakan sortimen yang banyak dijual oleh
toko bangunan. Kayu sengon merupakan jenis kayu yang mendominasi pasar. Hasil
pemilahan visual menunjukkan sortimen yang diperjualbelikan di Kawasan Parung
Panjang didominasi oleh kayu dengan mutu A. Sementara berdasarkan pemilahan
masinal, sortimen di Kawasan Parung Panjang didominasi oleh kayu dengan kelas
tegangan serat (TS) TS 7 dan kode mutu kuat acuan lentur (F) E 8. | |