Pengaruh Faktor Penyebab Intensitas Surface Urban Heat Island di Jakarta Menngunakan Boosted Regression Trees
Abstract
Urbanisasi yang pesat di Jakarta telah menyebabkan fenomena Surface Urban Heat Island (SUHI) yaitu suhu permukaan perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Berbagai aspek perkotaan seperti alam, ekonomi,
dan ekologi berpengaruh terhadap fenomena tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh faktor antropogenik dan lingkungan terhadap SUHI di Jakarta, dan menilai kontribusi tiap faktor terhadap SUHI di setiap wilayah
menggunakan model Boosted Regression Trees (BRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jakarta Pusat dan Jakarta Utara memiliki intensitas SUHI tertinggi dengan peningkatan suhu lebih dari 6°C, diikuti oleh Jakarta Barat dan Jakarta Timur (4-6°C), sedangkan Jakarta Selatan memiliki intensitas terendah (2-
4°C). Nilai indeks Urban Thermal Field Variance Index (UTFVI) Jakarta tahun 2020 menunjukkan sebagian besar wilayah Jakarta memiliki kondisi lingkungan
yang buruk, terutama di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Hasil Boosted Regression Trees (BRT) pengaruh faktor terhadap Surface Urban
Heat Island (SUHI) menunjukkan NDVI memiliki pengaruh terbesar dengan rata-rata 58,6%, kemudian diikuti Populasi 17,4%, Building distance (BD) 9%, Digital Elevation Model (DEM) 8,4%, dan Road distance (RD) 6,5%. Pengelolaan ruang terbuka hijau dan perencanaan tata kota yang baik dapat mengurangi efek SUHI. Rapid urbanization in Jakarta has led to the phenomenon of Surface Urban Heat Island (SUHI), Rapid urbanization in Jakarta has led to the Surface Urban Heat Island (SUHI) phenomenon, where the urban surface temperature is higher than the surrounding area. Various urban aspects such as nature, economy, and ecology
affect the phenomenon. This study aims to analyze the influence of anthropogenic and environmental factors on SUHI in Jakarta, and assess the contribution of each
factor to SUHI in each region using the Boosted Regression Trees (BRT) model. The results showed that Central Jakarta and North Jakarta had the highest SUHI
intensity with an increase in temperature of more than 6°C, followed by West Jakarta and East Jakarta (4-6°C), while South Jakarta had the lowest intensity (2-4°C). Jakarta's Urban Thermal Field Variance Index (UTFVI) value in 2020 shows that most of Jakarta has poor environmental conditions, especially in Central
Jakarta, North Jakarta and West Jakarta. The results of the Boosted Regression Trees (BRT) factor influence on Surface Urban Heat Island (SUHI) show NDVI has the greatest influence with an average of 58.6%, followed by Population 17.4%, Building distance (BD) 9%, Digital Elevation Model (DEM) 8.4%, and Road distance (RD) 6.5%. Management of green open space and good urban planning can reduce the effect of SUHI.
