Karakterisasi Morfologi, Pertumbuhan, dan Potensi Berbagai Jenis Eksplan pada Tanaman Hias Calathea
Date
2024Author
Ramdani, Adrian Zulwi
Dinarti, Diny
Rahayu, Megayani Sri
Krisantini
Metadata
Show full item recordAbstract
Keragaman warna daun menjadi daya tarik pada tanaman hias. Warna daun
terbentuk dari beberapa pigmen penyusun daun seperti klorofil, antosianin, dan
karotenoid. Penentuan nilai dan kadar pigmen masih menggunakan metode destruktif
sehingga mengurangi nilai ekonomi pada calathea karena jumlah daunnya akan
berkurang. Kandungan pigmen pada daun dapat memengaruhi laju fotosintesis yang
mempercepat laju pertumbuhan tanaman. Perbedaan laju pertumbuhan dan corak warna
pada calathea menyebabkan kesulitan untuk identifikasi nama dan karakter dari tanaman
tersebut. Setiap spesies calathea memiliki karakter yang unik sehingga berpotensi untuk
dijadikan tetua dalam pemuliaan tanaman. Karakterisasi secara morfologi dan anatomi
diperlukan untuk mengevaluasi karakter serta hubungannya dengan laju pertumbuhan
pada calathea. Informasi mengenai karakter dan identitas nama calathea berguna untuk
menyeleksi tetua yang potensial. Perbanyakan bibit dengan cepat dalam jumlah banyak
dapat menggunakan teknik kultur jaringan. Terdapat kendala pada teknik kultur jaringan
yaitu menentukan bahan tanam dan metode sterilisasi yang efektif pada calathea.
Penelitian bertujuan untuk (1) memperoleh informasi hubungan kemiripan pada
15 spesies dan kultivar calathea berdasarkan karakter morfologi dan anatomi (2)
mendapatkan informasi korelasi antara penggunaan metode nondestruktif dengan
kandungan pigmen daun, serta (3) mendapatkan metode sterilisasi yang optimal pada
beberapa asal eksplan calathea. Keragaman morfologi dan anatomi dapat memberikan
informasi untuk pemuliaan tanaman dalam menyeleksi tetua potensial dari calathea.
Kegiatan seleksi tersebut dapat dipercepat menggunakan metode nondestruktif untuk
mendapatkan kandungan pigmen daun.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat karakter yang samak pada pelepah daun,
bentuk akar, bentuk stomata dan letak infloresens untuk semua taksa calathea.
Persamaan karakter morfologi dan anatomi menunjukkan kemiripan yang tinggi pada
calathea. Terdapat spesies lain dari genus Maranta yang menandakan spesies tersebut
bukan termasuk calathea. Kultivar Maranta tersebut antara lain: Maranta leuconera
‘Kerchoveana’ Maranta leuconera ‘Erythroneura’ dan Maranta leuconera ‘Marisela’.
Tidak terdapat hubungan penggunaan metode nondestruktif RGB dengan pigmen daun
calathea. Nilai red dan green berpengaruh terhadap visual warna pada bagian atas
(adaksial) dan bawah (abaksial) daun. Luas daun calathea berkorelasi dengan jumlah
daun, kandungan klorofil a, klorofil b, dan karotenoid. Karakter tersebut memiliki
pengaruh langsung negatif terhadap luas daun kecuali karotenoid. Karakter jumlah daun
menjadi potensi sebagai kriteria seleksi untuk mendapatkan nilai karakter luas daun.
Eksplan yang berasal dari biji dan umbi memiliki persentase steril lebih tinggi
dibanding eksplan lainnya. Metode sterilisasi menggunakan H 2 O 2 5% (30 menit) +
NaOCl 1,5% (20 menit) + NaOCl 0,8% (15 menit) + NaOCl 0,3% (10 menit) menjadi
metode sterilisasi yang optimal untuk mendapatkan eksplan biji dan umbi yang steril
pada calathea.
Collections
- MT - Agriculture [3994]
