Show simple item record

dc.contributor.advisorBudiaman, Ahmad
dc.contributor.authorLuthfiana, Hana
dc.date.accessioned2024-08-12T08:52:28Z
dc.date.available2024-08-12T08:52:28Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/157203
dc.description.abstractHutan rakyat merupakan hutan yang diusahakan di lahan yang dibebani hak milik. Hutan rakyat ditanam dengan beberapa pola tanam, seperti monokultur, campuran, dan agroforestri. Masing-masing pola tanam memiliki komposisi jenis dan potensi tegakan yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan menganalisis komposisi jenis dan menghitung potensi tegakan di hutan rakyat Kostajasa. Analisis vegetasi dilakukan dengan kegiatan Inventarisasi Tegakan Sebelum Penebangan (ITSP). Metode ITSP yang digunakan adalah metode jalur berseling dengan jarak antar jalur 10 meter dan lebar jalur 10 meter. Lokasi penelitian ditetapkan di tiga hutan rakyat yang akan ditebang butuh oleh petani pemilik hutan. Pengamatan dilakukan terhadap semua tingkat pertumbuhan pohon. Variabel yang diukur meliputi jenis pohon, jumlah pohon, diameter, tinggi bebas cabang, dan tinggi total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan pada tingkat semai sebesar 3628 ind/ha, pancang 317 ind/ha, tiang 475 ind/ha, dan pohon 391 ind/ha. Jenis pohon yang memiliki potensi kayu tertinggi adalah mahoni (Swietenia macrophylla) dengan jumlah pohon sebesar 208 batang/ha dan volume kayu sebesar 204,48 m3/ha. Mahoni merupakan jenis dengan Indeks Nilai Penting tertinggi pada seluruh tingkat pertumbuhan pohon.
dc.description.abstractPrivate forests are forests cultivated on land encumbered by property rights. Private forests are planted with several cropping patterns, such as monoculture, mixed cropping, and agroforestry. Each planting pattern has a different species composition and stand potential. This study aims to analyze species composition and calculate stand potential of private forests in Kostajasa. Vegetation analysis was carried out with pre-harvest inventory activities. The method used in pre-harvest inventory is the alternating path method, with a distance between paths of 10 meters and a path width of 10 meters. The research location were set in three private forests that would be cut as needed by farmers who owned the forests. Observations were made on the growth rate of trees. Variables measured included tree species, number of trees, diameter, commercial height, and total height. The study showed that the density of seedling was 3628 ind/ha, sapling 317 ind/ha, pole 475 ind/ha, and tree 391 ind/ha. The tree species with the highest timber potential is mahogany (Swietenia macrophylla), with 208 trees/ha and a timber volume of 204,48 m3/ha. Mahogany is the species with the highest Importance Value Index at all growth rate of tree.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKomposisi Jenis dan Potensi Tegakan di Hutan Rakyat Kostajasa, Provinsi Jawa Tengahid
dc.title.alternativeSpecies Composition and Stand Potential of Private Forests in Kostajasa, Central Java Province
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordanalisis vegetasiid
dc.subject.keywordhutan rakyatid
dc.subject.keywordkomposisi jenisid
dc.subject.keywordpotensi tegakanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record