| dc.contributor.advisor | Hermadi, Irman | |
| dc.contributor.advisor | Wahjuni, Sri | |
| dc.contributor.author | Barlianto, Agus | |
| dc.date.accessioned | 2024-08-07T14:22:31Z | |
| dc.date.available | 2024-08-07T14:22:31Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/156539 | |
| dc.description.abstract | Beras adalah makanan pokok bagi masyarakat Indonesia, dengan tingkat
konsumsi yang tinggi sebesar 81,044 kg per kapita per tahun dan produksi mencapai
31,54 juta ton pada tahun 2022. Produksi ini menurun menjadi 30.9 juta ton pada tahun
2023. Industri beras di Indonesia menghadapi tantangan logistik yang kompleks,
termasuk ketidakakuratan manajemen inventori, variabilitas kualitas produk, dan
keterlambatan distribusi. Penyebab dari masalah ini antara lain, infrastruktur yang belum
memadai, kurangnya koordinasi antar lembaga, dan sistem informasi yang belum
terintegrasi dengan baik. Salah satu contoh spesifik dari tantangan logistik ini dapat
dilihat pada unit penggilingan beras Menata Citra Selaras (MCS), yang menghadapi
masalah inefisiensi operasional dan potensi kehilangan pendapatan. Penggunaan sistem
manual di MCS menghambat proses pengambilan keputusan dalam merespons
permintaan pasar akibat keterlambatan dalam pembaruan dan analisis data. Hal ini juga
berdampak pada ketertelusuran, dimana kesulitan untuk menelusuri perjalanan beras dari
ladang ke konsumen menghambat kemampuan MCS dalam menjamin kualitas dan
keaslian produknya.
Dalam penelitian ini kami mengembangkan Ricetrack, sebuah prototipe aplikasi
yang menggunakan teknologi blockchain Sawtooth untuk meningkatkan ketertelusuran,
transparansi, dan akurasi manajemen inventori dalam rantai pasok beras. Metodologi
yang digunakan meliputi identifikasi aktor dan user stories, pemodelan dan desain sistem,
diikuti dengan pengujian prototipe dalam lingkungan operasional, yang memungkinkan
evaluasi langsung terhadap efektivitas solusi dalam konteks nyata. Pendekatan iteratif
dilakukan antara pengembangan dan pengujian, dengan penyesuaian berdasarkan umpan
balik untuk memastikan bahwa aplikasi memenuhi kebutuhan spesifik industri beras.
Analisis data dikumpulkan melalui metode kuantitatif dan kualitatif untuk mengevaluasi
peningkatan dalam ketertelusuran, transparansi, dan akurasi manajemen inventori yang
dihasilkan melalui penelitian ini. Berdasarkan hasil survei untuk mengukur waktu proses,
volume kesalahan, dan kepuasan pemangku kepentingan serta umpan balik kualitatif dari
para pemangku kepentingan, penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam
ketertelusuran, transparansi, dan akurasi inventori. Ini memvalidasi efektivitas Ricetrack
dalam mengatasi masalah inefisiensi operasional MCS.
Implikasi penelitian ini penting tidak hanya bagi MCS, tetapi juga bagi
perusahaan di industri beras Indonesia dan manajemen rantai pasok pada umumnya dalam
mengadopsi teknologi blockchain untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi literatur dengan membuktikan manfaat
praktis blockchain dalam industri beras dan potensi transformasi operasional yang lebih
efisien dan transparan. | |
| dc.description.abstract | Rice is a staple food for the Indonesian population, with a high consumption rate
of 81.044 kg per capita per year and a production of 31.54 million tons in 2022. This
production decreased to 30.9 million tons in 2023. The rice industry in Indonesia faces
complex logistical challenges, including inaccuracies in inventory management, product
quality variability, and distribution delays. These issues are caused by inadequate
infrastructure, lack of coordination among institutions, and poorly integrated
information systems. A specific example of these logistical challenges can be seen in the
rice milling unit Menata Citra Selaras (MCS), which faces operational inefficiencies and
potential revenue loss. The use of manual systems at MCS hinders decision-making
processes in responding to market demands due to delays in data updates and analysis.
This also impacts traceability, as difficulties in tracking the journey of rice from the field
to the consumer hinder MCS's ability to ensure the quality and authenticity of its products.
In this research, we developed Ricetrack, a prototype application that uses
Sawtooth blockchain technology to improve traceability, transparency, and inventory
management accuracy in the rice supply chain. The methodology includes identifying
actors and user stories, system modeling and design, followed by prototype testing in an
operational environment, allowing direct evaluation of the solution's effectiveness in a
real context. An iterative approach was taken between development and testing, with
adjustments based on feedback to ensure that the application meets the specific needs of
the rice industry. Data analysis was collected through quantitative and qualitative
methods to evaluate improvements in traceability, transparency, and inventory
management accuracy resulting from this research. Based on survey results to measure
process time, error volume, and stakeholders' satisfaction, along with
qualitative feedback from stakeholders, the study shows significant
improvements in traceability, transparency, and inventory accuracy. This validates the
effectiveness of Ricetrack in addressing MCS's operational inefficiency issues.
The implications of this research are important not only for MCS but also for
companies in the Indonesian rice industry and supply chain management in general in
adopting blockchain technology to improve their operational efficiency. This research
makes a significant contribution to the literature by demonstrating the practical benefits
of blockchain in the rice industry and the potential for more efficient and transparent
operational transformation. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Optimalisasi Rantai Pasok Beras Menggunakan Blockchain : Studi Kasus di Kabupaten Bekasi | id |
| dc.title.alternative | Optimization of the Rice Supply Chain Using Blockchain: A Case Study in Bekasi Regency | |
| dc.type | Tesis | |
| dc.subject.keyword | blockchain | id |
| dc.subject.keyword | Sawtooth | id |
| dc.subject.keyword | rice supply chain | id |
| dc.subject.keyword | traceability | id |