Efektivitas Penggunaan Trap Barrier System untuk Mengendalikan Tikus pada Perkebunan Sawit di Pulau Belitung, Kepulauan Bangka Belitung
Abstract
Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas tanaman perkebunan yang menjadi penyumbang terbesar devisa negara. Permintaan pasar yang tinggi memengaruhi produksi kelapa sawit yang terus meningkat. Peningkatan produksi salah satunya dapat dilakukan dengan meningkatkan perhatian terhadap hama di lapangan. Tikus merupakan salah satu hama yang sangat penting pada perkebunan kelapa sawit karena habitatnya beragam, populasi besar, dan mudah berkembang biak. Tikus yang sering dijumpai pada perkebunan kelapa sawit adalah tikus pohon (Rattus tiomanicus), tikus sawah (R. argentiventer), dan tikus rumah (R. tanezumi). Salah satu satu konsep pengendalian mekanis yang dapat dilakukan adalah menggunakan teknik Trap Barrier System (TBS) yang mampu mengendalikan tikus secara signifikan. TBS adalah sistem pagar dan perangkap yang dipakai untuk memerangkap tikus dengan menggunakan tanaman umpan sebagai daya tarik bagi tikus. Selain dari pengendalian mekanis, pengendalian secara kimiawi juga dibutuhkan sebagai tambahan pengendalian tikus. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan menggunakan rodentisida akut atau rodentisida kronis (antikoagulan). Rodentisida merupakan bahan kimia yang digunakan untuk melakukan pengendalian tikus secara kimiawi. Penelititian bertujuan mengetahui efektifitas penggunaan TBS dalam pengelolaan tikus di kebun sawit dan rodentisida yang efektif untuk mengendalikan tikus. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan TBS diantara pohon sawit dengan jumlah tiga petak perlakuan, sembilan sub-petak perlakuan dengan total 27 TBS. TBS dilakukan dengan dua versi yang dibedakan berdasarkan pada perlakuannya. TBS yang digunakan berukuran 3 m x 3 m dengan varietas padi Ciliwung. Pengamatan lapangan dilakukan pada awal dan akhir pengujian untuk melihat adanya perbedaan dari perlakuan TBS. Tikus yang ditangkap dilakukan pengujian laboratorium berupa uji preferensi umpan dan uji rodentisida dengan bahan aktif kumatetralil, brodifakum, dan flokumafen. Spesies tikus yang ditemukan di perkebunan kelapa sawit adalah tikus pohon (R. tiomanicus), tikus rumah (R. tanezumi), dan tikus sunda raksasa müller Sundamys muelleri. S. muelleri merupakan spesies dominan tertangkap pada setiap blok dan versi. Penempatan TBS tidak perlu memerhatikan tingkat keparahan awal blok. Pemberikan umpan tambahan pada perangkap dapat meningkatkan daya tarik tikus terhadap TBS. Luas dan intensitas serangan serta kehilangan hasil pada setiap blok dengan perlakuan TBS menunjukkan penurunan yang lebih besar dibandingkan blok tanpa TBS. Pengujian umpan pada menunjukkan bahwa S. muelleri menyukai brondol kelapa sawit dan ulat hongkong. Pengujian rodentisida menunjukkan bahwa flokumafen merupakan rodentisida yang paling disukai oleh S. muelleri pada semua jenis rodentisida yang dibandingkan dengan kontrol.
Collections
- MT - Agriculture [3994]
