Desain Strategi Manajemen Risiko Iklim di Indonesia
Abstract
Komitmen Indonesia dalam melawan perubahan iklim, terlihat pada keikutsertaan dalam menandatangani Perjanjian Paris yang berisikan pembatasan kenaikan suhu global tidak lebih dari 2 oC dan mengeluarkan peraturan-peraturan yang berkaitan termasuk Permen LHK No. P.7 Tahun 2018 tentang pedoman kajian kerentanan, risiko, dan dampak perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sistematis dalam mendapatkan informasi dampak dan risiko iklim di berbagai tempat dalam menyusun data indikator sesuai Permen tersebut, lalu menyusunnya menjadi beberapa kebijakan; serta MCA digunakan dalam menentukan skala prioritas dari kebijakan yang dibuat. Pencarian literatur menggunakan Scopus menggunakan string yang telah ditentukan dengan rentang tahun 2016-2024 untuk melihat respons terhadap Perjanjian Paris. Kebijakan yang didapatkan pada penelitian ini, yaitu asuransi iklim pada sektor pertanian, peningkatan kapasitas, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, Pemaksimalan ruang terbuka hijau, dan pemberdayaan masyarakat adat, dengan peningkatan kapasitas menjadi skala prioritas utama pada penilaian MCA. Saran untuk desain kebijakan kedepannya harus multi sektor, keberlanjutan, dan promosi. Indonesia's commitment to fighting climate change can be seen from its participation in signing the Paris Agreement which contains limits on global temperature rise to no more than 2 OC and issued related regulations including Minister of Environment and Forestry Regulation No. P.7 of 2018 concerning guidelines for assessing the vulnerability, risks and impacts of climate change. This research uses a systematic literature review to obtain information on climate impacts and risks in various places in compiling indicator data according to the Ministerial Regulation, then compiling it into several policies; and MCA is used in determining the priority scale of the policies being made. Literature search using Scopus string which has been determined with a range of 2016-2024 to see the response to the Paris Agreement. The policies obtained in this research are climate insurance in the agricultural sector, increasing capacity, improving the welfare of coastal communities, maximizing green open space, and empowering indigenous communities, with increasing capacity being the main priority scale in the MCA assessment. Suggestions for future policy design must be multi-sectoral, sustainable and promotional.
