Penilaian Kerentanan Penghidupan Masyarakat Nagari Gadut dan Nagari Kapau Kabupaten Agam
Abstract
Daerah dataran tinggi merupakan daerah yang rentan terkena dampak
perubahan iklim dikarenakan masyarakatnya sebagian besar bermata pencaharian
sebagai petani. Penilaian kerentanan penghidupan masyarakat perlu dilakukan
untuk memahami tingkat kerentanan suatu wilayah dan mengetahui faktor-faktor
yang memengaruhi tingkat kerentanan sehingga dapat menentukan Langkah untuk
menurunkan tingkat kerentanan. Kombinasi pembobotan dilakukan untuk melihat
variasi hasil tingkat kerentanan berdasarkan metode pembobotan yang berbeda.
Metode yang digunakan adalah LVI (termasuk LVI-IPCC) yang dikombinasikan
dengan dua metode pembobotan yang berbeda, yaitu mengasumsikan semua
bobotnya sama dan menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil
perhitungan berdasarkan data wawancara dan kuesioner, Nagari Gadut dan Nagari
Kapau tergolong kategori rentan dari semua metode. Kombinasi pembobotan yang
berbeda menghasilkan tingkat kerentanan yang tidak jauh berbeda. Berdasarkan
hasil analisis, langkah yang dapat dilakukan untuk menurunkan nilai kerentanan
yaitu melalui program pendidikan dan pelatihan dari pemerintah. Keterlibatan
pemangku kepentingan yang berkelanjutan juga sangat penting untuk memastikan
keberhasilan dari rencana adaptasi. Bentuk adaptasi yang bisa dilakukan oleh petani
kecil yaitu penyesuaian tanggal tanam, penggunaan varietas tanam yang tahan
terhadap variabilitas iklim, mempraktikkan teknik konservasi tanah, intensifikasi
pupuk, meningkatkan irigasi, dan melakukan kegiatan non-pertanian. Highland areas are vulnerable to the impacts of climate change because most
of the people are farmers. A vulnerability assessment of community livelihoods
needs to be conducted to understand the level of vulnerability of an area and to
know the factors that affect the level of vulnerability to determine measures to
reduce the level of vulnerability. A combination of weightings was conducted to
see the variation in the results of the vulnerability level based on different weighting
methods. The method used was LVI (including LVI-IPCC) combined with two
different weighting methods, namely assuming all weights are equal and using
Principal Component Analysis (PCA). The calculation results based on interview
and questionnaire data, Nagari Gadut and Nagari Kapau are classified as vulnerable
categories from all methods. Different weighting combinations produce levels of
vulnerability that are not much different. Based on the results of the analysis, steps
that can be taken to reduce the vulnerability value are through education and
training programs from the government. Continuous stakeholder involvement is
also significant in ensuring the success of the adaptation plan. Forms of adaptation
that can be carried out by smallholder farmers are adjusting planting dates, using
planting varieties that are resistant to climate variability, practicing soil
conservation techniques, intensifying fertilizers, increasing irrigation, and
conducting non-agricultural activities.
