Pemodelan Pertumbuhan Jagung Komposit dan Hibrida pada Beberapa Taraf Pupuk Nitrogen
Date
2024Author
Ilhami, Muhammad Rizki Fajar
Suwarto
Agusta, Herdhata
Qadir, Abdul
Metadata
Show full item recordAbstract
Tanaman jagung (Zea mays L.) adalah penghasil karbohidrat penting di dunia, setelah padi dan gandum, serta berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia. Pemodelan (modelling) didefinisikan sebagai penyederhanaan suatu sistem dengan pendekatan mekanistik yang dapat dijadikan alternatif pendekatan untuk pemahaman proses ekofisiologis maupun prediksi pertumbuhan dan produksi tanaman. Tujuan penelitian adalah menyusun model yang dapat digunakan untuk memprediksi pertumbuhan dan produksi dalam hubungannya dengan serapan hara nitrogen pada dua varietas jagung, bersari bebas dan hibrida.
Pemodelan dibagi menjadi beberapa tahapan. Identifikasi komponen sistem dilakukan dengan penelusuran studi pustaka untuk proses penentuan peubah yang dibutuhkan serta hubungan antar peubahnya. Percobaan lapangan dilakukan untuk memperoleh nilai peubah pertumbuhan sebagai input model dengan menggunakan perlakuan varietas terdiri dari 2 varietas yaitu varietas Bisma sebagai varietas komposit dan varietas Pioneer 27 sebagai varietas hibrida. Pemberian pupuk dilakukan dengan dosis sebesar 350 kg/ha Urea, 150 kg/ha SP-36, dan 100 kg/ha KCl. Penyusunan model dilakukan dengan memasukkan peubah-peubah yang telah didapatkan dari penelusuran studi pustaka dan percobaan lapangan serta persamaan yang menghubungkannya kedalam program simulasi Stella versi 9.02. Simulasi dilakukan dengan mensimulasi perubahan bobot kering organ tanaman pada empat dosis pupuk Urea 0, 175, 350, 525 dan 700 kg ha-1. Validasi model dilakukan melalui metode kualitatif menggunakan grafik dan dinyatakan valid jika 80% nilai hasil simulasi berada dalam selang standar deviasi hasil aktual.
Perbedaan varietas jagung menghasilkan nilai input peubah model pertumbuhan dan produksi tanaman yang berbeda. Pertumbuhan dan produksi tanaman jagung dapat dibuat suatu model yang terdiri dari sub model perkembangan, sub model pertumbuhan, sub model neraca air dan sub model nitrogen. Bobot kering akar, batang, daun dan tongkol tanaman jagung varietas Pioneer 27 dan Bisma dapat disimulasi didalam program simulasi Stella versi 9.02 pada beberapa dosis pemupukan urea. Bobot kering akar, batang, daun dan tongkol hasil simulasi dapat dilakukan proses validasi terhadap bobot kering aktual tanaman pada dosis pemupukan urea standar (350 kg ha-1), dengan tingkat validitas model pertumbuhan untuk varietas Pioneer 27 mencapai 83,5% sedangkan untuk varietas Bisma mencapai 80%. Berdasarkan nilai validitas yang telah dicapai, model valid untuk digunakan sebagai model penduga pertumbuhan dan serapan nitrogen pada beberapa taraf pemupukan urea tanaman jagung untuk varietas Pioneer 27 dan Bisma.
Collections
- MT - Agriculture [3994]
