Pemanfaatan Teknologi Plasma untuk Mengendalikan Gulma pada Fase Pratumbuh dan Fase Pascatumbuh
Date
2024Author
Bukhori, Anwar
Guntoro, Dwi
Sudradjat
Sugiarto, Anto Tri
Metadata
Show full item recordAbstract
Upaya pengurangan penggunaan herbisida yaitu dengan pemanfaatan teknologi plasma dingin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi teknik penggunaan teknologi cold plasma dan mendapatkan dosis teknologi cold plasma untuk mengendalikan gulma pada fase pratumbuh dan fase pascatumbuh. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ekotoksikologi, Laboratorium Penyimpanan & Pengujian Mutu benih, Greenhouse dan areal lahan kebun percobaan Cikabayan Departemen Agronomi dan Hortikultura, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari - September 2023. Analisis percobaan pendahuluan pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu tegangan plasma dan durasi waktu dengan empat ulangan. Percobaan pendahuluan kedua menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu jarak jarum elektroda dan empat ulangan. Percobaan pra tumbuh pertama menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu dosis plasma dengan empat taraf dosis dan empat ulangan. Percobaan pra tumbuh kedua menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal yaitu dosis plasma dengan empat taraf dosis dan tujuh ulangan. Percobaan pasca tumbuh menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal yaitu dosis plasma dengan empat taraf dosis dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi cold plasma dengan dosis 14 kV, selama 85 detik dapat menekan waktu muncul kecambah gulma A. gangetica sebesar 11,8 hari, C. rotundus 11,3 hari dan E. indica 12,5 hari bila dibandingkan dengan kontrol, dapat menurunkan persentase perkecambahan dari setiap jenis gulma, menghambat pertumbuhan radikula dan plumula, menghambat pertumbuhan gulma pada media tanah, menekan jumlah gulma tumbuh per pot pada setiap waktu pengamatan, menekan persentase gulma yang tumbuh sebesar 53,55% dibandingkan kontrol, dapat meningkatkan persentase kerusakan gulma dari setiap jenis gulma A. gangetica sebesar 41,08%, C. rotundus 47,72% dan E. indica 32,82% dan dapat menurunkan bobot kering gulma pada setiap jenis gulma A. gangetica sebesar 0,80 gram/pot, C. rotundus 0,52 gram/pot dan E. indica 0,55 gram/pot.
Collections
- MT - Agriculture [3994]
