Show simple item record

dc.contributor.advisorSyafutra, Heriyanto
dc.contributor.advisorZuhri, Mahfuddin
dc.contributor.authorAmalia, Dini
dc.date.accessioned2024-07-31T07:28:44Z
dc.date.available2024-07-31T07:28:44Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155225
dc.description.abstractAkuaponik merupakan kombinasi budidaya akuakultur dan budidaya hidroponik dalam satu tempat dimana kotoran ikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber nutrisi bagi sayuran. Dalam upaya memaksimalkan peluang pengembangan akuaponik yang ada, maka perlu diterapkan teknologi untuk melakukan monitoring secara berkala terhadap kondisi kualitas air kolam ikan yang akan dialirkan ke pipa berisi sayuran. Pembuatan sistem terkendali monitoring kualitas air dapat membantu petani untuk mengontrol kebutuhan nutrisi sayuran pada budidaya akuaponik dimana hasil monitoring dan kontrolnya dapat dilakukan melalui website. Pada penelitian ini, ikan nila dan pakcoy dipilih karena keduanya memiliki kebutuhan kondisi lingkungan yang cocok. Waktu pengukuran dilakukan selama 30 hari pada jam 07.30 dan 17.30. Pemberian larutan nutrisi dilakukan menggunakan pompa otomatis berdasarkan hasil pembacaan nilai sensor pH dan TDS. pH, TDS, dan suhu pada perlakuan sistem terkendali berada pada batas optimal sehingga memiliki pertumbuhan sayuran yang lebih bagus dibandingkan dengan sistem tidak terkendali.
dc.description.abstractAquaponics is a combination of aquaculture and hydroponic farming in one place where fish waste can be utilized as a source of nutrients for vegetables. In an effort to maximize the existing aquaponics development opportunities, it is necessary to apply technology to periodically monitor the water quality conditions of fish ponds that will be flowed into pipes containing vegetables. Making a smart water quality monitoring system can help farmers to control the nutritional needs of vegetables in aquaponic cultivation where the results of monitoring and control can be done through the website. In this study, tilapia and pakcoy were chosen because both have the need for suitable environmental conditions. The measurement time was carried out for 30 days at 07:30 and 17:30. The provision of nutrient solution is carried out using an automatic pump based on the reading of the pH and TDS sensor values. pH, TDS, and temperature in the sistem terkendali treatment are at the optimal limit so that they have better vegetable growth compared to manual control.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleSmart System Monitoring Kualitas Air untuk Pengontrolan Kebutuhan Nutrisi Sayuran pada Budidaya Akuaponikid
dc.title.alternativeSmart Water Quality Monitoring System for Controlling Vegetable Nutrient Needs in Aquaponic Farming
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordtilapiaid
dc.subject.keywordNutritionid
dc.subject.keywordpakcoyid
dc.subject.keywordmanual controlid
dc.subject.keywordsmart systemid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record