Show simple item record

dc.contributor.advisorPravitasari, Andrea Emma
dc.contributor.advisorRosandi, Vely Brian
dc.contributor.authorCESARINI, RIFA AMALIA
dc.date.accessioned2024-07-31T04:43:15Z
dc.date.available2024-07-31T04:43:15Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155197
dc.description.abstractKabupaten Bogor menjadi bagian dari entitas wilayah megacity Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dan wilayah satelit atau hinterland dari Jakarta. Pertumbuhan penduduk dan berbagai aktivitas mendorong peningkatan jumlah dan jenis fasilitas yang menjadi indikator dari perkembangan suatu wilayah. Hal ini menyebabkan Kabupaten Bogor memiliki potensi besar untuk mengalami perubahan tutupan lahan. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis dinamika perubahan tutupan lahan; (2) menganalisis tingkat perkembangan wilayah tahun 2019 dan 2022; (3) menganalisis pengelompokan wilayah berdasarkan karakteristik fisik, sosial, dan ekonomi; dan (4) menganalisis tipologi wilayah berdasarkan indeks perkembangan kecamatan (IPK), indeks pembangunan manusia (IPM), dan persentase tutupan lahan. Data yang digunakan berupa peta tutupan lahan tahun 2019 dan 2022; peta administrasi; potensi desa 2019 dan 2022; dan data IPM tahun 2019 dan 2022. Metode yang digunakan adalah analisis perubahan tutupan lahan dengan meng-overlay peta tutupan lahan, menganalisis tingkat perkembangan wilayah menggunakan skalogram, analisis tipologi klassen, dan tipologi klaster menggunakan k-means clustering. Hasil analisis tutupan lahan menunjukkan penurunan terbesar pada sawah dan pertanian lahan kering yang berubah menjadi lahan terbangun, terutama di Kecamatan Cibinong karena meningkatnya permintaan ruang yang dapat dilihat pada data eksisting jumlah fasilitas ekonomi yang mengalami peningkatan. Tingkat perkembangan wilayah di Kabupaten Bogor didominasi oleh kategori rendah hingga sangat rendah berdasarkan jumlah dan jarak fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Analisis tipologi klassen menunjukkan kecamatan yang berkembang pesat dan yang mengalami kemunduran, Kabupaten Bogor didominasi berada di kuadran 3 dengan persentase lahan terbangun, IPK, dan IPM yang rendah. Tipologi wilayah mengelompokkan objek ke dalam kelompok yang homogen menjadi tiga kategori, yaitu bagian timur dan barat didominasi oleh perdesaan, bagian utara oleh perkotaan, dan suburban menyebar di Kabupaten Bogor.
dc.description.abstractBogor Regency is part of the megacity entity Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, and Bekasi) and serves as a satellite area or hinterland of Jakarta. Population growth and various activities increase the number and types of facilities, indicators of regional development. This situation gives Bogor Regency significant potential for land cover changes. This study aims to: (1) analyze the dynamics of land cover changes; (2) analyze the level of regional development in 2019 and 2022; (3) analyze regional grouping based on physical, social, and economic characteristics; and (4) analyze regional typology based on the District Development Index (IPK), Human Development Index (IPM), and land cover percentage. The data used includes land cover maps for 2019 and 2022, administrative maps, village potential data for 2019 and 2022, and IPM data for 2019 and 2022. The methods used are land cover change analysis by overlaying land cover maps, analyzing regional development levels using a scalogram, Klassen typology analysis, and cluster typology using k-means clustering. The land cover analysis results show the most significant decrease in rice fields and dry agricultural land converted into built-up areas, especially in Cibinong District, due to the increasing demand for space, which can be seen in the existing data on the number of economic facilities that have increased. The regional development level in Bogor Regency is dominated by the low to deficient category based on the number and distance of educational, health, and economic facilities. The Klassen typology analysis shows that rapidly developing and declining districts in Bogor Regency are mostly in quadrant 3, with low percentages of built-up land, IPK, and IPM. The regional typology classifies objects into homogeneous groups divided into three categories: the eastern and western parts are dominated by rural areas, the northern part by urban areas, and the suburban areas are spread throughout Bogor Regency.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleTipologi Kecamatan Kabupaten Bogor Berbasis Perkembangan Fisik dan Kondisi Sosial-Ekonomiid
dc.title.alternativeTypology of Districts in Bogor Regency Based on Physical Development and Socio-Economic Conditions
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordIndeks perkembangan kecamatanid
dc.subject.keywordPerubahan tutupan lahanid
dc.subject.keywordTipologi klassenid
dc.subject.keywordTipologi klasterid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record