| dc.contributor.advisor | Dharmawan, Arya Hadi | |
| dc.contributor.author | LORISTA, SAKUT | |
| dc.date.accessioned | 2024-07-30T06:59:55Z | |
| dc.date.available | 2024-07-30T06:59:55Z | |
| dc.date.issued | 2024 | |
| dc.identifier.uri | http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/155101 | |
| dc.description.abstract | Masyarakat Desa Kota Baru memiliki ketergantungan terhadap kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) sehingga terus memaksa untuk melakukan kegiatan pertanian ilegal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dinamika sosial-ekologi di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat melalui pengkajian terhadap mekanisme akses lahan, ekspansi pertanian, dan penghidupan rumah tangga petani di sekitar kawasan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah mix
method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat mekanisme akses struktural yang digunakan oleh rumah tangga petani untuk mengakses kawasan taman nasional, yaitu modal, teknologi, identitas sosial, dan pasar. Pola ekspansi pertanian yang ditemukan adalah pola berbintik dengan tipe ekspansi, yaitu waris, jual-beli, dan buka sendiri. Mekanisme akses modal dan pasar berhubungan langsung dengan pendapatan rumah tangga petani sektor ekstraksi kawasan. Namun, mekanisme akses teknologi dan identitas sosial tidak berhubungan secara langsung dengan pendapatan rumah tangga petani sektor ekstraksi kawasan. | |
| dc.description.abstract | Kota Baru Village has a dependency on the TNKS area so that it continues to force its way in to carry out gricultural activities even though they are illegal. The purpose of this study is to analyze the social-ecological dynamics in the Kerinci Seblat National Park area through a deeper study of the mechanisms of land access, agricultural expansion, and livelihoods of farming households around the area. The approach in this research is mixed method. The results show that there are four structural access mechanisms used by farming households to access the national park area, namely capital, technology, social identity and market. The pattern of agricultural expansion found is a speckled pattern with the types of expansion,
namely inheritance, buying and selling, and opening their own. Capital and market access mechanisms has correlated to extraction income of farmers' household.
However, the mechanism of access to technology and social identity’s not directly correlated to the extraction income of farmer households. | |
| dc.description.sponsorship | | |
| dc.language.iso | id | |
| dc.publisher | IPB University | id |
| dc.title | Dinamika Sosial-Ekologi di Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat: Akses Lahan, Ekspansi Pertanian, dan Penghidupan (Kasus: Rumah Tangga Petani di Desa Kota Baru, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Bengkulu) | id |
| dc.title.alternative | Social-Ecology Dynamics in Kerinci Seblat National Park: Access of Land, Agricultural Expansion, and Livelihoods (Case: Farmer's Households in Kota Baru Village, Uram Jaya District, Lebong Regency, Bengkulu) | |
| dc.type | Skripsi | |
| dc.subject.keyword | access mechanism | id |
| dc.subject.keyword | agricultural expansion | id |
| dc.subject.keyword | farmer households | id |
| dc.subject.keyword | livelihood structure | id |
| dc.subject.keyword | national park | id |