Pengembangan dan Performa Prototipe Sirap Bambu Laminasi Termodifikasi Panas
Date
2024Author
Sya'diah, Siti Masriva
Nandika, Dodi
Kusumah, Sukma Surya
Metadata
Show full item recordAbstract
Atap berperan penting dalam bangunan gedung, terutama melindungi bangunan dan penghuninya dari cuaca dan meningkatkan estetika. Fenomena pemanasan global mendorong para arsitek untuk menggunakan bahan bangunan berkelanjutan, seperti bambu. Namun, bambu memiliki beberapa kelemahan seperti stabilitas dimensi rendah, dimensi terbatas, dan tidak tahan api, sehingga dalam pemanfaatannya diperlukan rekayasa tertentu seperti modifikasi panas. Suatu penelitian telah dilakukan untuk merancang dan mengembangkan prototipe sirap yang tersusun dari lamina bambu termodifikasi panas (160°C selama 1, 2, dan 3 jam) serta menguji sifat fisik, mekanis, dan kimiawinya. Prototipe sirap bambu termodifikasi panas berhasil dikembangkan dengan desain menarik, relatif ringan, dan memiliki ketahanan terhadap api yang baik. Modifikasi panas meningkatkan stabilitas dimensi, terutama dengan pemanasan selama 1 dan 2 jam, tanpa menurunkan sifat mekanis secara signifikan. Stabilitas ini terkait dengan penurunan kandungan hemiselulosa dalam sirap. Pemanasan juga membuat warna permukaan sirap lebih menarik, yaitu kuning dan kemerahan. Roofs has crucial function in a building construction, particularly to protect buildings and the occupants from weather and increasing the aesthetic value. Meanwhile, the global warming phenomenon has been encouraged architects to use sustainable building materials like bamboo. However, bamboo's low dimensional stability, limited dimensions, and low fire resistance require thermal modification for effective utilization. A study was conducted to developed a prototype of laminated bamboo shingle prior to heat treatment of the bamboo lamina (160°C for 1, 2, and 3 hours), followed by its properties evaluation. The results showed that the shingle prototype which was successfully developed has an attractive design, was relatively light, and has good fire resistance. In addition, heat treatment was also improved dimensional stability of the shingle prototype, especially if the heat treatment is carried out for 1/2 hours, It is suspected that this improvements occurred due to a decrease in the hemicellulose content of the shingle protype during the heat treatment process. The treatment also make the surface color of the prototype shingle more attractive, becoming yellowish and reddish.
Collections
- UT - Forestry Products [2464]
