Pengaruh variasi konsentrasi kalsium karbonat terhadap sifat fisis dan mekanis kayu sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) termineralisasi
Abstract
Kayu Sengon merupakan golongan kayu kelas awet IV-V dan kelas kuat IV-V maka
mudah diserang organisme perusak seperti jamur dan serangga. Penelitian sebelumnya
menyebutkan bahwa jenis kayu cepat tumbuh dapat menggantikan kayu hutan alam (rotasi
panjang) dengan dilakukan pengawetan dan mineralisasi. Peningkatan sifat fisis dan
mekanis kayu sengon akibat mineralisasi oleh larutan kalsium karbonat (CaCO3) dapat
dilakukan sebagai alternatif untuk menambah nilai jual kayu sengon di pasaran. Hasil
penelitian menunjukkan proses mineralisasi dengan menggunakan CaCO3 terbukti
meningkatkan nilai sifat fisis dan mekanis pada kayu sengon. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui efektivitas dari penambahan CaCO3 kedalam kayu terhadap ketahanan sifat
fisis, mekanis, dan anatomi serta mengetahui konsentrasi optimum dari kalsium karbonat.
Kayu sengon di impregnasi dua kali menggunakan kalsium klorida (CaCl2) dan kalsium
karbonat (K2CO3) dengan tiga variasi konsentrasi (0.5, 1 dan 2 mol/L). Konsentrasi
optimum untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanis pada penelitian ini ditunjukkan oleh
larutan impregnasi 0.5 mol/L. Sengon wood falls into the durability class IV-V and strength class IV-V, making it
susceptible to destructive organisms such as fungi and insects. Previous studies have
indicated that fast-growing species of wood can replace long-rotation natural forest wood
with proper preservation and mineralization. Enhancing the physical and mechanical
properties of sengon wood through mineralization with calcium carbonate (CaCO3)
solution can be an alternative to increase the market value of sengon wood. Research results
show that the mineralization process using CaCO3 significantly improves the physical and
mechanical properties of sengon wood. This study aims to determine the effectiveness of
adding CaCO3 to the wood on the resistance of its physical, mechanical, and anatomical
properties and to identify the optimum concentration of calcium carbonate. Sengon wood
was impregnated twice using calcium chloride (CaCl2) and calcium carbonate (K2CO3)
with three concentration variations (0.5, 1, and 2 mol). The optimum concentration for
improving the physical and mechanical properties in this study was shown by the 0.5 mol
impregnation solution.
Collections
- UT - Forestry Products [2464]
