Kajian Kelayakan S3FMU Berbasis Agrosilvopastural pada Lahan Kritis di BKPH Parung Panjang KPH Bogor
Abstract
Lahan kritis merupakan wilayah yang mengalami penurunan atau kehilangan fungsi ekologisnya akibat dari kerusakan secara fisik, kimia, dan biologi. Terdapat lahan kritis di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Parung Panjang yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha agrosilvopastural dengan menerapkan konsep Smart Small Scale Forest Management Unit (S3FMU) pada pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pengembangan usaha agrosilvopastural dengan menerapkan konsep S3FMU pada pengelolaannya, serta menganalisis kelayakan finansial, sosial, dan ekologi usaha agrosilvopastural di BKPH Parung Panjang. Metode pada penelitian ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan komoditas jenis sapi perah dan jenis Multy Purpose Tree Species (MPTS) pada usaha agrosilvopastural. Usaha agrosilvopastural ini mencakup agroforestri buah naga dengan MPTS rambutan, peternakan sapi perah dengan jenis sapi holstein friesian, dan wisata petik buah naga dan sapi perah. Usaha agrosilvopastural ini memiliki NPV mencapai Rp63.627.320.477,13 nilai BCR 1,97 dan IRR mencapai 26,45% serta payback period 5,2 tahun. Critical land is an area that has experienced a decline or loss of its ecological function due to physical, chemical, and biological damage. There is critical land in the Parung Panjang Forest Management Unit (BKPH) that has the potential to be developed into an agrosilvopastoral business by applying the Smart Small Scale Forest Management Unit (S3FMU) concept to its management. This study aims to identify the potential for developing an agrosilvopastoral business by applying the S3FMU concept to its management, as well as to analyze the financial, social, and ecological feasibility of an agrosilvopastoral business in BKPH Parung Panjang. The method in this study is Analytical Hierarchy Process (AHP) to determine the type of dairy cow and type of Multy Purpose Tree Species (MPTS) in the agrosilvopastoral business. This agrosilvopastoral business includes dragon fruit agroforestry with rambutan MPTS, dairy farming with Holstein Friesian cows, and dragon fruit and dairy cow picking tourism. This agrosilvopastoral business has an NPV of Rp63,627,320,477.13, a BCR value of 1.97, an IRR of 26.45%, and a payback period of 5.2 years.
Collections
- UT - Forest Management [3207]
