Show simple item record

dc.contributor.advisorSari, Yessie Widya
dc.contributor.advisorJuwono, Ariadne Lakshmidevi
dc.contributor.authorNisa, Dania Khoirun
dc.date.accessioned2024-07-10T04:51:02Z
dc.date.available2024-07-10T04:51:02Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/153397
dc.description.abstractProses penyembuhan luka melibatkan penggantian jaringan rusak melalui serangkaian peristiwa seluler. Mikroteknologi memiliki potensi memberikan sifat fisikokimia dan respons biologis spesifik yang diperlukan dalam memfasilitasi dan mendukung proses penyembuhan luka. Biopolimer alami banyak dikembangkan dalam desain pembalut luka. Polimer kolagen dan hidroksiapatit menunjukkan efek antibakteri, anti-inflamasi dan sifat hidrofilik yang dapat mendukung penyembuhan luka serta mencegah infeksi. Sementara itu, selulosa banyak dikembangkan mengenai pemanfaatan sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi selulosa mikrokristal (MCC) terhadap sifat fisik dan mekanik scaffold komposit HA/kolagen. Sampel yang diperoleh dikarakterisasi dengan XRD, SEM, EDS dan UTM. Sampel selulosa menunjukkan puncak difraksi pada 21,7° yang meningkat secara signifikan pada spektrum MCC. Nilai intensitas yang semakin tinggi setelah melalui proses hidrolisis, menunjukkan bahwa proses hidrolisis mampu meningkatkan intensitas MCC dengan indeks kristalinitas mencapai 70,2%. Penambahan MCC dalam scaffold komposit HA/kolagen berdampak pada peningkatan nilai regangan sebesar 63,77% dan relatif menurunkan ukuran diameter fiber serta porositas membran.
dc.description.abstractProses penyembuhan luka melibatkan penggantian jaringan rusak melalui serangkaian peristiwa seluler. Mikroteknologi memiliki potensi memberikan sifat fisikokimia dan respons biologis spesifik yang diperlukan dalam memfasilitasi dan mendukung proses penyembuhan luka. Biopolimer alami banyak dikembangkan dalam desain pembalut luka. Polimer kolagen dan hidroksiapatit menunjukkan efek antibakteri, anti-inflamasi dan sifat hidrofilik yang dapat mendukung penyembuhan luka serta mencegah infeksi. Sementara itu, selulosa banyak dikembangkan mengenai pemanfaatan sifat mekaniknya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi komposisi selulosa mikrokristal (MCC) terhadap sifat fisik dan mekanik scaffold komposit HA/kolagen. Sampel yang diperoleh dikarakterisasi dengan XRD, SEM, EDS dan UTM. Sampel selulosa menunjukkan puncak difraksi pada 21,7° yang meningkat secara signifikan pada spektrum MCC. Nilai intensitas yang semakin tinggi setelah melalui proses hidrolisis, menunjukkan bahwa proses hidrolisis mampu meningkatkan intensitas MCC dengan indeks kristalinitas mencapai 70,2%. Penambahan MCC dalam scaffold komposit HA/kolagen berdampak pada peningkatan nilai regangan sebesar 63,77% dan relatif menurunkan ukuran diameter fiber serta porositas membran.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Potensi Selulosa Mikrokristal Serat Daun Nanas pada Aplikasi Scaffold Komposit Selulosa Mikrokristal/Hidroksiapatit/Kolagenid
dc.title.alternativeAnalysis the Potential of Pineapple Leaf Fiber Microcrystalline Cellulose in Microcrystalline Cellulose/Hydroxyapatite/Collagen Composite Scaffold Applications
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordhidroksiapatitid
dc.subject.keywordkolagenid
dc.subject.keywordselulosa mikrokristalid
dc.subject.keywordpembalut lukaid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record